166 Bank Sampah Tercatat di Jepara, Hanya 62 yang Aktif

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:57 WIB
(Tengah) Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Anggota PKK Kabupaten Jepara, Selasa (11/8/2026). (Istimewa for Pantura Network)
(Tengah) Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Anggota PKK Kabupaten Jepara, Selasa (11/8/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Keberadaan bank sampah di Kabupaten Jepara bertambah dalam setahun terakhir. Namun, peningkatan jumlah tersebut belum sepenuhnya diikuti aktivitas pengelolaan. Dari 166 bank sampah unit (BSU) yang tercatat pada 2026, baru 62 unit yang berstatus aktif.

Data tersebut disampaikan di tengah dorongan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ketua TP PKK Jepara Laila Saidah Witiarso meminta keberadaan bank sampah diperluas hingga setiap kecamatan.

"Kita menggerakkan setiap kecamatan harus ada bank sampahnya," papar Laila (Ella, sapaannya), saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Pendopo Kartini Jepara, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Rp 1,67 Miliar vs Rp 9,93 Miliar, DPRD Jepara Bandingkan Anggaran Pengelolaan Sampah dengan Madiun

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, jumlah BSU pada 2026 mencapai 166 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 62 unit aktif, sedangkan 104 lainnya tidak aktif.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencatat 163 BSU. Saat itu, 56 unit berstatus aktif dan 107 unit tidak aktif.

Di sisi lain, beban pengelolaan sampah Jepara masih cukup besar. DLH mencatat sampah yang masuk ke TPA mencapai 165,02 ton per hari. Sebanyak 156,52 ton di antaranya masuk ke lahan uruk atau landfill.

Baca Juga: World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah

Kepala DLH Jepara Rini Patmini mengatakan volume sampah yang masuk ke TPA bersifat fluktuatif. Rata-rata sampah yang masuk ke landfill berada di kisaran 150 ton per hari.

“Fluktuatif, untuk sampah yang masuk di TPA. Itu rata-rata 150 ton yang masuk ke lahan uruk (landfill) TPA,” kata Rini saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.

Selain yang masuk landfill, DLH mencatat 2,5 ton sampah per hari diolah menjadi kompos. Sebanyak 6 ton lainnya merupakan hasil pemulungan.

Baca Juga: Senyum Lembaran Baru PKL Tugu PKK Jepara Usai Penggelontoran Rp210 Miliar Untuk Infrastruktur Jalan

Bupati Jepara Witiarso Utomo meminta pemilahan dilakukan sejak dari rumah. Menurut dia, keberadaan sampah yang masih mempunyai nilai jual semestinya menjadi bagian dari skema pengelolaan berbasis masyarakat, bukan langsung dibawa ke TPA.

"TPA hampir setiap hari membuang sampah itu 150 ton," kata Witiarso dalam sambutannya pada peringatan HKG PKK ke-54.

Ia menekankan TPA seharusnya hanya menerima residu. Sampah yang masih dapat dijual atau dimanfaatkan perlu dipisahkan sebelum masuk ke sistem pembuangan akhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Sumber: jepara.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB
X