Panturanetwork.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mendorong penguatan industri hijau sebagai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, transformasi menuju industri ramah lingkungan menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Heri mengatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat industri hijau nasional. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus mendorong investasi di sektor energi terbarukan dan industri berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Industri hijau harus menjadi arah pembangunan ekonomi ke depan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia menilai, langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan sektor industri hijau patut diapresiasi, termasuk upaya menggaet investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Salah satu perkembangan terbaru ialah beroperasinya pabrik perakitan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kabupaten Magelang pada awal April 2026. Kehadiran industri tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekosistem industri hijau di Jawa Tengah.
Menurut Heri, masuknya investasi industri hijau dapat memberikan dampak luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan transfer teknologi, hingga penguatan ekonomi daerah.
“Investasi industri hijau tidak hanya bicara soal ekonomi, tetapi juga masa depan pembangunan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, nilai investasi sektor energi terbarukan di Jawa Tengah sepanjang 2024–2025 mencapai sekitar Rp7,1 triliun. Rinciannya, pada 2024 tercatat sebesar Rp5,7 triliun, sedangkan pada 2025 mencapai Rp1,4 triliun.
Selain pabrik kendaraan listrik di Magelang, sejumlah industri hijau lainnya juga telah menanamkan modal di Jawa Tengah, seperti pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan KEK Kendal.
Heri menilai, tren investasi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Jawa Tengah sebagai kawasan industri hijau yang berkembang pesat.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri berbasis teknologi hijau.
Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan menjadi hal penting agar masyarakat lokal dapat ikut menikmati manfaat dari pertumbuhan industri tersebut.