PANTURA NETWORK -- Seorang penumpang ojek online (ojol) berinisial S mengalami kejadian traumatis saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Kudu, Penggaron Lor, Genuk, Kota Semarang, Selasa (17/3/2026). Ia mengaku menjadi korban makian kasar hingga hampir mengalami kekerasan fisik dari pengemudi, dipicu persoalan rute perjalanan.
Insiden bermula ketika korban memesan layanan ojol dari Jalan Murbei. Ia hendak menuju lokasi pelanggan untuk layanan salon panggilan. Namun sejak awal penjemputan, korban sudah diliputi rasa tidak nyaman melihat kondisi kendaraan pengemudi.
Korban menilai pengemudi tidak dilengkapi perangkat pendukung navigasi, seperti dudukan ponsel (tripod), sehingga berpotensi mengganggu perjalanan. Kekhawatiran tersebut terbukti saat di tengah perjalanan, ketika pengemudi mulai kebingungan menentukan arah.
Baca Juga: SIM Mati Tak Lagi Hambat Ojol, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Gratiskan Biaya Perpanjangan
Meski korban telah menjelaskan bahwa dirinya belum familiar dengan lokasi tujuan dan kondisi baterai ponselnya hampir habis, pengemudi tetap meminta arahan secara manual. Situasi semakin rumit ketika pengemudi menolak menggunakan peta digital dengan alasan kesulitan berkendara tanpa alat penyangga ponsel.
Akibatnya, rute perjalanan melenceng jauh dari jalur semestinya. Alih-alih melalui kawasan Sapen, perjalanan justru melebar hingga ke wilayah Jamus. Kondisi ini memicu ketegangan, terlebih korban sedang dikejar waktu karena sudah ditunggu pelanggan.
Alih-alih mencari solusi, pengemudi justru tersulut emosi dan menyalahkan korban. Menurut pengakuan korban, pengemudi melontarkan kata-kata kasar hingga hampir melakukan tindakan kekerasan.
Baca Juga: BRI Semarang Sudiarto Gelar Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim: Wujud Kepedulian di Bulan Suci
"Dia memaki saya dengan kata-kata tidak pantas dan hampir memukul," ujar korban.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya profesionalitas mitra pengemudi, khususnya dalam penggunaan teknologi navigasi yang menjadi standar layanan transportasi berbasis aplikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak aplikator terkait insiden tersebut maupun potensi sanksi terhadap pengemudi yang bersangkutan.
Korban berharap kejadian serupa tidak terulang, serta mendorong para pengemudi untuk lebih mempersiapkan perlengkapan berkendara demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Artikel Terkait
7 Brimob Diperiksa Propam Kasus Ojol Tewas, Pemeriksaan Berlangsung Terbuka
Apresiasi Pengemudi Ojol, Gubernur Ahmad Luthfi Bayari SIM dan Beri Insentif Pajak
Bajaj Maxride Apresiasi Driver Terbaik di Semarang, Penghasilan Ada yang Tembus Rp10 Juta
Puluhan Anak Yatim Nikmati Wahana, Akrobat Rusia, Belanja, dan Buka Puasa di The Park Semarang
Indomie Fasilitasi Mudik 576 Mitra Warmindo dari Semarang, Total 11.300 Peserta se-Indonesia