Penumpang Ojol Nyaris Dipukul Sopir Gegara Salah Rute, Insiden di Kota Semarang Picu Sorotan

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 18 Maret 2026 | 06:41 WIB
Cuplikan video driver ojol memarahi penumpang di Kota Semarang, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)
Cuplikan video driver ojol memarahi penumpang di Kota Semarang, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Seorang penumpang ojek online (ojol) berinisial S mengalami kejadian traumatis saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Kudu, Penggaron Lor, Genuk, Kota Semarang, Selasa (17/3/2026). Ia mengaku menjadi korban makian kasar hingga hampir mengalami kekerasan fisik dari pengemudi, dipicu persoalan rute perjalanan.

Insiden bermula ketika korban memesan layanan ojol dari Jalan Murbei. Ia hendak menuju lokasi pelanggan untuk layanan salon panggilan. Namun sejak awal penjemputan, korban sudah diliputi rasa tidak nyaman melihat kondisi kendaraan pengemudi.

Korban menilai pengemudi tidak dilengkapi perangkat pendukung navigasi, seperti dudukan ponsel (tripod), sehingga berpotensi mengganggu perjalanan. Kekhawatiran tersebut terbukti saat di tengah perjalanan, ketika pengemudi mulai kebingungan menentukan arah.

Baca Juga: SIM Mati Tak Lagi Hambat Ojol, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Gratiskan Biaya Perpanjangan

Meski korban telah menjelaskan bahwa dirinya belum familiar dengan lokasi tujuan dan kondisi baterai ponselnya hampir habis, pengemudi tetap meminta arahan secara manual. Situasi semakin rumit ketika pengemudi menolak menggunakan peta digital dengan alasan kesulitan berkendara tanpa alat penyangga ponsel.

Akibatnya, rute perjalanan melenceng jauh dari jalur semestinya. Alih-alih melalui kawasan Sapen, perjalanan justru melebar hingga ke wilayah Jamus. Kondisi ini memicu ketegangan, terlebih korban sedang dikejar waktu karena sudah ditunggu pelanggan.

Alih-alih mencari solusi, pengemudi justru tersulut emosi dan menyalahkan korban. Menurut pengakuan korban, pengemudi melontarkan kata-kata kasar hingga hampir melakukan tindakan kekerasan.

Baca Juga: BRI Semarang Sudiarto Gelar Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim: Wujud Kepedulian di Bulan Suci

"Dia memaki saya dengan kata-kata tidak pantas dan hampir memukul," ujar korban.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya profesionalitas mitra pengemudi, khususnya dalam penggunaan teknologi navigasi yang menjadi standar layanan transportasi berbasis aplikasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak aplikator terkait insiden tersebut maupun potensi sanksi terhadap pengemudi yang bersangkutan.

Baca Juga: THR untuk PPPK Paruh Waktu Jepara Dipastikan Cair Sebelum Lebaran, Bupati Witiarso Gelar Bukber Bersama Driver dan Petugas Kebersihan

Korban berharap kejadian serupa tidak terulang, serta mendorong para pengemudi untuk lebih mempersiapkan perlengkapan berkendara demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X