Bulog Siap Tampung Gabah Panen Padi Inpari 32 Desa Truko, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 06:30 WIB
Bulog Siap Tampung Gabah Panen Padi Inpari 32 Desa Truko, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Bulog Siap Tampung Gabah Panen Padi Inpari 32 Desa Truko, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

SEMARANG – Kunjungan Direktur Utama Perum Bulog, Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani ke Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dilakukan dalam rangka panen padi varietas Inpari 32 dengan luasan lahan kurang lebih 200 hektare, Jumat (27/2/2026).

Dalam Kunjungan tersebut, Dirut Perum Bulog di dampingi Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati dan Pimpinan Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah .

Dalam kesempatan tersebut, Dirut memastikan kesiapan menyerap hasil panen petani.

Di lokasi panen, kondisi tanaman padi terlihat sehat dan telah memasuki usia panen. Tim Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang turut melakukan pengecekan menyatakan bahwa gabah sudah siap dipanen dan tidak ditemukan serangan hama. Kondisi ini menjadi kabar baik sekaligus berkah bagi para petani Desa Truko, kata Ahmad Rizal.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Minta Bank Jateng Terus Jadi Motor Penggerak Pembangunan dan Penanggulangan Kemiskinan

Selain itu, hamparan sawah di Desa Truko memiliki kontur terasering dengan akses jalan yang naik turun. Kondisi tersebut membuat proses panen tidak memungkinkan menggunakan alat panen modern seperti combine harvester, tuturnya.

“Bukannya kami tidak mau membawa alat panen combine, tetapi alatnya tidak bisa masuk. Jalannya naik turun, dikhawatirkan justru tidak bisa beroperasi karena medan terlalu tinggi,” imbuhnya.

Karena keterbatasan akses tersebut, proses panen dilakukan secara manual menggunakan alat pemotong sederhana. Hal ini ditegaskan bukan karena ketiadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), melainkan murni disebabkan kondisi geografis lahan, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bulog menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan berbagai kualitas, selama masih dalam masa usia panen. Namun, panen tetap harus mengikuti rekomendasi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terkait lahan mana yang telah memenuhi kriteria usia panen.

Baca Juga: Sambut HPN 2026, Jurnalis di Semarang dan Solo Dapat Service Motor Gratis dari Astra Motor Jateng

Diharapkan, produksi padi di Jawa Tengah tahun ini bisa mendukung Pencapaian target 4 juta ton Setara beras , sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X