Cilacap - Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih, melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Gedung Dakwah Aisyiyah, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (26/2). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Dalam sambutannya, Teti Rohatiningsih menyampaikan bahwa keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berperan dalam memastikan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Namun demikian, ia mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi. Menurutnya, meskipun sebagian SPPG telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), masih ada yang perlu penyempurnaan. Mengingat program ini masih relatif baru berjalan, perbaikan dan pengawasan berkelanjutan menjadi hal penting agar pelaksanaan di lapangan semakin optimal.
Baca Juga: Pemprov Jateng Salurkan Insentif untuk 230.830 Guru, 2.000 Hafidz dan 60 Beasiswa Santri-Pengasuh
“Kehadiran program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. UMKM dapat terlibat dalam penyediaan bahan pangan maupun distribusi makanan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor beras. Menurutnya, potensi lahan di berbagai daerah seperti Papua dan Kalimantan perlu dioptimalkan untuk mendukung kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Teti menegaskan bahwa dampak program ini memang tidak dapat dilihat secara instan. Hasilnya akan terasa dalam jangka panjang, terutama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu beradaptasi menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: THR Cair, Saatnya Pilih Denim Stylish dan Wardrobe Essentials dari Levi’s® Matahari Collection
“Tujuan utama program ini adalah memenuhi kebutuhan gizi anak-anak bangsa sebagai langkah konkret menuju Generasi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaksana program, dan masyarakat agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan semakin baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.***
Artikel Terkait
Pemprov Jateng Siapkan Layanan dan Pengawasan untuk 38,71 Juta Pemudik Lebaran 2026
Dari Sedekah Sampah, Literasi Ramah Anak Hingga Kurator Produk Lokal, PKK Jepara Perkuat Peran Kader di Bulan Ramadan
Prambanan Siap Menjadi Panggung Budaya Jawa Tengah Saat Tawur Agung 2026
THR Cair, Saatnya Pilih Denim Stylish dan Wardrobe Essentials dari Levi’s® Matahari Collection
Dirut Bulog Tinjau Pasar Johar dan Kanjengan Semarang, Pastikan Harga Pangan Stabil