Panturanetwork.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, meminta Pemprov Jateng segera melakukan identifikasi menyeluruh terhadap destinasi wisata yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Heri menegaskan, pendataan detail perlu segera dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta estimasi kerugian ekonomi yang ditimbulkan, agar proses pemulihan bisa dilakukan secara tepat sasaran.
“Pemprov Jateng perlu segera mengidentifikasi destinasi wisata mana saja yang terdampak, apa saja kerusakannya, dan berapa estimasi kerugiannya. Data ini penting sebagai dasar penanganan dan pemulihan,” ujar dia.
Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah dan sumber penghasilan masyarakat sekitar lokasi wisata. Karena itu, keterlambatan penanganan dapat berdampak langsung pada pendapatan warga dan pelaku usaha lokal.
“Wisata itu menghidupi banyak pelaku UMKM, pedagang, pemandu, hingga pekerja jasa. Kalau berhenti terlalu lama, dampak ekonominya akan meluas,” ungkap Heri.
Heri mendorong agar setelah proses identifikasi dilakukan, pemerintah segera menyusun langkah pemulihan. Mulai dari perbaikan infrastruktur, penataan ulang kawasan terdampak, penguatan sistem mitigasi bencana, hingga dukungan stimulus bagi pelaku usaha wisata.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng tersebut juga menekankan pentingnya aspek keselamatan sebelum destinasi kembali dibuka penuh untuk pengunjung.
“Prioritasnya tetap keselamatan. Pastikan jalur, fasilitas, dan struktur penunjang sudah aman sebelum dibuka kembali. Sekaligus perkuat sistem mitigasi agar lebih siap menghadapi cuaca ekstrem,” tegasnya.
Di samping itu, Heri juga mengimbau para pengelola wisata agar meningkatkan standar keamanan dan kesiapsiagaan bencana, termasuk menyediakan rambu peringatan, jalur evakuasi, serta prosedur darurat bagi pengunjung.
“Pengelola wisata harus lebih waspada, rutin mengecek kondisi area, memangkas pohon rawan tumbang, dan menyiapkan prosedur darurat. Jangan memaksakan operasional jika kondisi belum benar-benar aman,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jateng melaporkan, cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi sejak pertengahan Januari 2026 berdampak serius terhadap sejumlah destinasi wisata unggulan.
Kerusakan signifikan terjadi di Pancuran 13 yang berada di Kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal dampak banjir bandang Sungai Gung. Saat ini wisata tersebut tengah dalam masa pembersihan dan renovasi.
Selain Guci, kerusakan hebat juga melanda Lokawisata Baturraden di Kabupaten Banyumas akibat banjir bandang Sungai Kali Pangkon. Wisata pemandian air hangat ini ditutup total.
Artikel Terkait
Sinyal Hijau dari Pusat, Jepara Masuk Prioritas Revitalisasi 16 Pasar Tradisional
Hadir di Grobogan, Program MBG Jadi Langkah Strategis Atasi Permasalahan Gizi Secara Bertahap
Sekda Jateng Jelaskan Beda Akuntansi Komersial dan Pemerintahan di Undip
Saat Cuaca Berpihak, Pemkab Jepara Gas Perbaikan Jalan : Ruas Vital Mulai Mulus Kembali
TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Hari Dharma Samudera 2026 di Juwana Pati