PANTURA NETWORK -- Di tengah upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, Kabupaten Jepara resmi membuka Gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Jalan Kartini, Kamis (29/1/2026). Lebih dari sekadar ruang pamer, gerai ini diproyeksikan menjadi etalase identitas Jepara sebagai daerah dengan tradisi kerajinan yang telah mengakar dan terus beradaptasi dengan pasar.
Peresmian gerai tersebut menandai dimulainya fungsi Dekranasda sebagai simpul promosi dan pemasaran produk unggulan UMKM, UKM, dan IKM Jepara. Wajah baru galeri yang lebih luas, tertata, dan modern diharapkan mampu menjembatani karya perajin lokal dengan kebutuhan konsumen yang kian dinamis.
Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso menyampaikan bahwa kehadiran gerai ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri kecil menengah, hingga mitra perbankan.
Baca Juga: Night Riding Aerox Satukan Biker Lintas Kota Nikmati Gemerlap Semarang
"Launching hari ini menjadi penanda resmi beroperasinya galeri Dekranasda untuk publik, berkat dukungan Pemerintah Daerah, sinergi lintas sektor, serta partisipasi aktif para pelaku IKM dan mitra perbankan," ujarnya.
Saat ini, sebanyak 65 IKM telah bergabung dan memasarkan produknya melalui Gerai Dekranasda Jepara. Ragam produk yang ditampilkan mencerminkan kekuatan sektor kreatif lokal, mulai dari kerajinan kayu ukir, tenun Troso, batik, ecoprint, monel, hingga produk rajut khas Jepara.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah menilai keberadaan gerai tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Jepara di sektor kerajinan nasional. Menurutnya, Jepara tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga kontribusi ekonomi yang signifikan.
Baca Juga: Service Gratis Yamaha Disambut Antusias Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Kudus
"Jepara dikenal sebagai Kota Ukir dengan potensi ekonomi yang luar biasa. Nilai produksi sektor kerajinan ukir mencapai Rp1,3 triliun dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,9 persen berdasarkan data BPS," kata Nawal.
Selain ukir, Jepara juga memiliki warisan tenun Troso yang masih bertahan dan berkembang. Tercatat terdapat 344 unit usaha tenun Troso dengan omzet sekitar Rp 25,5 miliar per bulan, menjadikannya salah satu tulang punggung ekonomi kreatif daerah.
Bupati Jepara Witiarso Utomo berharap Gerai Dekranasda dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata belanja, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa.
Baca Juga: Selama Ramadan, Bukit Mongkrang Ditutup Fokus Pemulihan Jalur dan Lingkungan
"Dekranasda ini menjadi destinasi pasca Karimunjawa untuk mengenalkan produk UKM dan IKM Kabupaten Jepara," ujarnya.
Ia juga mendorong agar gerai tersebut dapat beroperasi setiap hari hingga malam, dilengkapi fasilitas penunjang seperti coffee shop, agar menjadi ruang publik yang hidup dan mudah diakses masyarakat.
Artikel Terkait
Nawal Yasin Dorong Dekranasda se-Jateng Perkuat Pendampingan Pengrajin UMKM Lokal
UMKM Binaan Dekranasda Ramaikan Hari Jadi ke-80 Jateng, Nawal Yasin: Bukan Sekadar Pameran
Bupati Jepara Witiarso Utomo Resmikan Pembukaan Gerai Dekranasda, Tenun Toso hingga Ukiran Kayu Kini Punya Rumah Baru
Program Dekranasda Semarang Berbuah Manis, UMKM Kini Lebih Disiplin Catat Keuangan
Dekranasda Jateng Tampil dengan Wajah Baru, Etalase Kriya 35 Daerah Kian Lengkap