Meski Diguyur Hujan, Bupati Jepara Tetap Ngantor di Desa Rajekwesi, Fokus Branding Wisata Mayong

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:28 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (27/1/2026). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (27/1/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten Jepara tetap melaksanakan program "Bupati Ngantor di Desa" di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Selasa (27/1/2026), meskipun cuaca ekstrem dengan hujan yang turun hampir sepanjang hari. Kondisi tersebut tidak menyurutkan agenda pelayanan dan peninjauan langsung ke desa.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo hadir bersama Wakil Bupati, Muhammad Ibnu Hajar serta jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran mereka bertujuan menyapa masyarakat secara langsung sekaligus menggali potensi dan kebutuhan pembangunan di wilayah desa.

Camat Mayong, Taufik menjelaskan, kegiatan Bupati Ngantor di Desa kali ini mengusung tema "branding wisata". Fokus pengembangan diarahkan pada penguatan Bumdesma Bung Topan, industri kreatif, serta sektor budaya sebagai motor penggerak pariwisata Kecamatan Mayong.

Baca Juga: Sekda: Mangkunegaran Warisan Luhur yang Perlu Terus Dijaga dan Dikenalkan

"Pengembangan wisata di Kecamatan Mayong meliputi kerajinan gerabah, wisata budaya seperti situs Ari-ari Kartini, edu wisata di Ngroto Wisata Tengah Sawah (WTS) dengan aktivitas menanam padi, river tubing hingga outbond, serta wisata religi di Pancur berupa situs Sendang Pancuran dan Makam Syekh Baladah," jelas Taufik.

Ia menambahkan, seluruh potensi tersebut akan diintegrasikan menjadi paket wisata religi, alam, dan edukasi yang menyasar berbagai segmen wisatawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, Hery Yulianto menyampaikan, pada tahun 2026 Kecamatan Mayong memperoleh alokasi anggaran untuk perbaikan sejumlah ruas jalan strategis. Rinciannya, ruas Pendangpete-Buaran sebesar Rp 4,1 miliar, Mayong-Jebol Rp 1,3 miliar, Damarjati-Datar Rp 4,3 miliar, Jebol–Datar Rp 6,4 miliar, Datar–Pancur Rp 3,3 miliar, serta Pancur–Rajekwesi Rp 2,4 miliar.

Baca Juga: Hasil Super League : Persijap Jepara Bungkam PSM Makassar 2-0

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga mengupayakan dukungan anggaran melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat serta bantuan dari pemerintah provinsi.

"Untuk pembangunan drainase baru masih terbatas. Namun, program klinik jalan se-Kabupaten Jepara tetap berjalan dengan pendanaan APBD sebesar Rp2 miliar pada tahun ini," imbuhnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan bahwa kondisi cuaca tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Jepara Siapkan Pameran Tunggal Seni Ukir, Bupati Witiarso Gaet Dukungan Kementerian Kebudayaan

"Meskipun suasananya hujan, tapi semangatnya luar biasa," ujar Witiarso.

Program Bupati Ngantor di Desa diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X