Pemulihan Ekosistem Sungai, Komunitas dan Pemkab Jepara Sebar 50 Ribu Benih Ikan Endemik di Mayong

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 16 November 2025 | 15:25 WIB
Ketua Pecinta Alam Acasia, Tri Mundarto bersama Pemkab Jepara lepas bibit ikan endemik di Mayong, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Ketua Pecinta Alam Acasia, Tri Mundarto bersama Pemkab Jepara lepas bibit ikan endemik di Mayong, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Upaya pemulihan ekosistem Sungai Mayong kembali mendapat dorongan besar melalui kegiatan tebar benih tahap II yang digelar Pecinta Alam Acasia Jepara, Sabtu (15/11/2025).

Aksi lingkungan ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perikanan Jepara, serta berbagai komunitas pecinta sungai.

Dalam agenda yang berlangsung sejak pagi, sebanyak 50 ribu benih ikan endemik lokal dilepas ke aliran Sungai Mayong. Penebaran dilakukan mulai dari hulu di Desa Bungu hingga hilir di Jembatan Merah Mayong Kidul, membentang sekitar 32 kilometer.

Baca Juga: FMTI Ethno Groove Devanilava Hidupkan dengan Suara Leluhur di Era Gen Z

Ada delapan titik pelepasan benih, yakni Jembatan Bungu; Bendung Randu Kuning Pancur, Kali Mboso Pancur, Bendung Datar, Bendung Siwali Ngroto, Bendung Jatisari, Bendung Dowoso Pringtulis, dan Pintu Air Baru Mayong Kidul.

Ketua Pecinta Alam Acasia, Tri Mundarto menjelaskan, benih yang ditebar meliputi berbagai jenis ikan lokal yang selama beberapa tahun terakhir populasinya terus menurun. Rinciannya adalah Tawes (20.000 ekor), Melem (20.000 ekor), Tombro (6.000 ekor), Patin (2.500 ekor), dan Gabus (1.500 ekor).

Tri menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menambah populasi ikan, tetapi juga menjadi pernyataan penting tentang pentingnya menjaga kelestarian sungai.

Baca Juga: Pemprov Jateng Datangkan Tambahan Alat Berat di Lokasi Longsor Cibeunying Cilacap, Pencarian Terkendala Hujan Deras

"Kami ingin memberikan pesan bahwa sungai bukan hanya jalur air, tetapi ekosistem hidup yang harus dijaga bersama," ujarnya.

Ia menambahkan, hadirnya banyak instansi dan komunitas diharapkan bisa menggugah kepedulian berbagai sektor, termasuk industri, agar lebih memperhatikan dampak kegiatan mereka terhadap sungai.

Program tebar benih ini, kata Tri, akan dijalankan secara berkelanjutan sebagai langkah nyata untuk memulihkan kualitas ekosistem air sekaligus memastikan regenerasi ikan lokal tetap terjaga.

Baca Juga: Masak Jam 3 Pagi, Dapur Umum Longsor Cibeunying Siapkan Ribuan Makan Setiap Hari

"Jika konsisten dilakukan, Sungai Mayong diproyeksikan kembali menjadi habitat alami yang sehat bagi berbagai biota air sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X