Kisah Petugas Pompa Air Pusdataru Jateng; 24 Jam Berjaga Ditemani Nyamuk dan Logistik Terbatas

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 14:04 WIB
Kisah Petugas Pompa Air Pusdataru Jateng; 24 Jam Berjaga Ditemani Nyamuk dan Logistik Terbatas (Istimewa for Pantura Network )
Kisah Petugas Pompa Air Pusdataru Jateng; 24 Jam Berjaga Ditemani Nyamuk dan Logistik Terbatas (Istimewa for Pantura Network )

SEMARANG, Pantura Network - Sebagai salah satu garda depan dalam penanganan banjir di Kaligawe, Kota Semarang, petugas Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah bekerja ekstra keras dari pagi, siang, sore, malam, hingga pagi lagi, sejak hari pertama banjir.

Salah satunya seperti yang dilakukan petugas jaga di tanggul Terboyo, Kaligawe. Saat petang, petugas ditemani nyamuk dan suara mesin pompa yang meraung tiada henti.

Di tengah terbatasnya lampu penerangan, mereka berjaga dan siaga. Setiap beberapa menit mereka bergantian memeriksa selang, kabel, dan aliran air. Itulah rutinitas yang dilakukan di tengah situasi bencana banjir.

Baca Juga: Jelang Hari Pahlawan, Tim Tanggap Darurat Tower Roboh Sukses Energize Tower Emergency Jalur SUTT Pedan–Klaten

Mereka sudah berhari-hari menjalankan tugas. Meski terkadang logistik terbatas, namun tanggung jawab diemban dengan teguh. Tugasnya penting, yakni menuntaskan penanganan banjir di wilayah Semarang–Demak. Terlebih Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sudah menginstruksikan dengan tegas kalau banjir Kaligawe harus asat.

“Kami mengoperasikan mesin dan memastikan beroperasi dengan baik, sehingga bisa menyedot air,” Didi Mulyadi, salah satu petugas pompa air, Jumat (31/10/2025).

Pekerjaan itu dilakukan selama 24 jam penuh dengan melibatkan 6-10 orang di lapangan. Ini bukan pekerjaan mudah, karena harus memastikan pompa dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Bukan hanya itu, untuk menuju lokasi saja harus bergulat dengan kemacetan di jalan.

Baca Juga: Warga Optimistis Program Kecamatan Berdaya Bisa Tingkatkan Kesejahteraan

“Kami bergantian dengan waktu tugas 24 jam. Kalau berangkat ke lokasi ya harus kena macet dulu,” imbuhnya.

Abi Gustomi, petugas pompa yang lain, menambahkan, menjaga dan mengoperasionalkan mesin pompa tidaklah mengenal waktu. Dari pagi sampai pagi lagi.

“Kalau malam penerangan terbatas dan tentu saja nyamuk banyak,” jelasnya.

Lebih dari itu, logistik makanan sangat terbatas. Mereka mengandalkan kiriman dari dapur umum milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Pemprov Jateng Siagakan Dapur Umum untuk Banjir Semarang, 3.000 Porsi Setiap Hari

“Kendala lain logistik, itu sangat terbatas. Kita dapatnya dari Dinsos,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, hingga saat ini ada sembilan mesin pompa Pemprov Jateng yang beroperasi di sejumlah titik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X