JEPARA, Pantura Network - Kawasan Jepara bagian utara diproyeksikan menjadi agrowisata. Selain mendukung progam ketahanan pangan, langkah ini juga diharapkan menjadi daya ungkit baru perekonomian daerah.
Terkait hal ini, Bupati Witiarso Utomo serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara sudah melakukan tinjauan sejumlah lokasi yang potensial untuk menjadi kawasan agrowisata.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah lahan kebun kelengkeng seluas 3 hektare di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo. Lahan milik Haji Lan ini ditanami ratusan pohon kelengkeng jenis itoh dan kristal. Tiap pohon diproyeksikan bisa panen hingga 100 kilogram.
Selain itu, lahan potensial lainnya ada di Desa Watuaji Kecamatan Keling. Di desa ini ada sekitar 20 warga yang menanam anggur. Salah satunya adalah M Sulthonul Arifin yang menanam 13 jenis anggur di lahan pekarangan miliknya.
Desa lain di Jepara utara yang potensial adalah Desa Damarwulan yang sudah ditanami alpukat dan kelengkeng; Sumanding (alpukat dan kopi).
Lalu Sumberrejo, Kaligarang dan Kaliaman dengan buah sawonya. Sedang Tempur dengan kopinya dan sejumlah desa lain di kawasan Jepara Utara yang mulai melakukan budidaya pohon mangga.
Baca Juga: Rp15,3 Miliar untuk Peningkatan Jalan Todanan–Ngawen, Target Selesai Desember
Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian DKPP Jepara, Mudhofir mengatakan wilayah Jepara utara memang potensial dijadikan kawasan agrowisata. Sebab kontur tanah hingga ketersediaan air memang mendukung untuk budidaya pohon buah.
Hal itu juga ditunjang dengan munculnya berbagai aktivitas budidaya aneka jenis pohon buah yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
"Nanti misalnya desa A wisata petik buah alpukat, desa b buah kelengkeng dan seterusnya. Tentu saja kita tetap fokus dan prioritas progam ketahanan pangan. Agrowisata ini sifatnya mendukung ketahanan pangan, dan juga sekaligus langkah terobosan untuk dijadikan daya ungkit perekonomian," ujarnya, Jumat (26/9).
Saat ini, sejumlah kawasan tanam buah itu sudah menjadi jujugan pelajar atau wisatawan lokal. Menurutnya jika panenan buah di kawasan itu masif maka bisa menjadi daya tarik wisata baru. Agrowisata itu melengkapi destinasi yang sudah ada baik yang berbasis wisata alam maupun buatan.
"Kalau panenannya makin banyak kita carikan pasar baru. Tapi sampai sekarang serapan pasar lokal Jepara masih bisa menampung hasil panenan buah dari sana," paparnya.
Khusus kawasan Jepara selatan, menurutnya juga potensial menjadi agrowisata. Namun produknya berbeda karena kontur tanah hingga ketersediaan air untuk pengairan memang beda dari Jepara utara.
Artikel Terkait
PLN UIK Tanjung Jati B Jalin Audiensi dengan Pangdam IV/Diponegoro, Perkuat Sinergi Jelang Hari Kesaktian Pancasila
Dianggarkan Rp15,3 Miliar, Ahmad Luthfi Tinjau Langsung Perbaikan Jalan Todanan–Ngawen Blora
Pengembang Bangun Rumah MBR di Desa Karanggondang, Pemkab Jepara Ajak Masifkan Sosialisasi Hunian MBR
Rp15,3 Miliar untuk Peningkatan Jalan Todanan–Ngawen, Target Selesai Desember
Penantian Bertahun-tahun, Warga Blora Senang Jalan Todanan-Ngawen Kini Mulus: Terima Kasih Pak Gubernur