Antisipasi Kelangkaan Cabai, Inilah Upaya Pemprov Jateng dalam Membantu Petani

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Senin, 22 September 2025 | 12:59 WIB
Antisipasi Kelangkaan Cabai, Inilah Upaya Pemprov Jateng dalam Membantu Petani (Istimewa for Pantura Network )
Antisipasi Kelangkaan Cabai, Inilah Upaya Pemprov Jateng dalam Membantu Petani (Istimewa for Pantura Network )

MAGELANG, Pantura Network – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi dan mengantisipasi kelangkaan komoditas cabai di wilayahnya. Di antaranya dengan memberikan fasilitas kredit murah kepada para petani melalui PT BPR BKK Jateng (Perseroda).

“Kami permudah dengan kredit bagi petani melalui PT BPR BKK Jateng. Melalui BUMD JTAB (Jawa Tengah Agro Berdikari), kita juga penetrasi distribusi cabai agar tidak terjadi kelangkaan dan inflasi di Jateng atau nasional,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi disela acara Gerakan Petani Peduli Inflasi Komoditas Cabai Jawa Tengah Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin 22 September 2025.

Bahkan, PT BPR BKK Jateng juga secara rutin menyalurkan corporate social responsibility (CSR) kepada para petani cabai.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Koperasi Tani Jadi Penyangga Harga Cabai di Pasar

Ia menegaskan pentingnya menjaga harga cabai tetap menguntungkan petani. Apalagi, Provinsi Jawa Tengah jadi sentra nasional cabai. Setidaknya 10 kabupaten/kota yang menjadi daerah potensial penanaman cabai.

“Saya sampaikan terima kasih atas kerja bersama dari seluruh masyarkat, mulai dari petani sampai distributor,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menyerahkan bantuan CSR kepada koperasi tani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Dikukuhkan Bapak Pecinta Alam dalam Jambore Nasional 2025

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng itu dirasakan oleh Kelompok Tani Kembang Sari Kabupaten Magelang. Tanaman cabai rawit yang ditanam sejak Agustus 2024 kini berumur 275 hari dan sudah 55 kali dipanen dengan frekuensi setiap lima hari sekali.

Kesuksesan para petani itu juga tak lepas dari Koperasi Pancarga Tani Gemilang yang mewadahi mereka. Koperasi ini menaungi 2.000 petani dengan luas lahan 600 hektare. Petani tersebut mampu memproduksi rata-rata 3.000 ton cabai setiap enam bulan.

Keberadaan koperasi ini dinilai strategis karena menjaga stabilitas pasokan cabai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Sosialisasi MBG di Salatiga Disambut Antusias, Bukti Dukungan Masyarakat Tinggi

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah provinsi dan pusat.

“Kehadiran Pak Gubernur adalah kehormatan dan penyemangat. Cabai di wilayah ini sudah dirintis sejak 10 tahun lalu, semoga upaya kita membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Agung Sunusi, menegaskan posisi Kecamatan Pakis sebagai sentra utama cabai nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X