Strategi Jitu Bupati Jepara Langgengkan Ekspor Furniture di Tengah Efek Tarif Trump

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 11 Juli 2025 | 17:49 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Jumat (11/7/25). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Jumat (11/7/25). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Bupati Jepara, Witiarso Utomo telah menyiapkan sejumlah strategi jitu menghadapi kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS). Sehingga dampak terhadap ekspor furniture dari Jepara dapat diminimalisir.

Mas Wiwit (sapaannya) menjelaskan, Pemkab Jepara telah menyiapkan dan mengambil langkah-langkah mitigasi guna meminimalisir dampak tarif yang berlaku.

Salah satunya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) untuk membuka peluang pasar di luar AS.

Baca Juga: Haul Adipati Tjitrosomo, Mas Wiwit Harap Masyarakat Mencontoh Leluhur Sebagai Teladan

"Kemenlu sudah hadir di Jepara, bertemu dengan para pengusaha untuk menjajaki pasar di 104 negara di Timur Tengah, Asia-Pasifik, dan Afrika," jelas Mas Wiwit, Jumat (11/7/25) di Ruang Rapat area Setda Jepara.

Ia juga berencana mengumpulkan para pengusaha, guna beraudiensi dengan Kementerian Perdagangan RI guna memaksimalkan peran Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dalam penetrasi pasar internasional.

Meskipun ada tantangan besar, Mas Wiwit menegaskan bahwa kualitas produk furniture Jepara tidak akan dikompromikan.

Baca Juga: 72.460 Siswa Miskin di Jateng Dapat Pendidikan Gratis, Pemprov : Semangat Belajar Ya

"Jaminan kualitas adalah branding utama kita di pasar ekspor," tuturnya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada dampak dari kebijakan tarif ini, hingga sekarang belum ada perusahaan yang gulung tikar.

Terkait dengan kenaikan harga furnitur akibat tarif baru, Bupati Utomo memberikan contoh bahwa jika harga satu unit furnitur sebesar Rp 1 juta, pembeli di AS harus membayar Rp 1.320.000.

"Kami diskusikan agar kenaikan harga ini bisa ditanggung bersama, 50 persen oleh buyer dan 50 persen oleh kami di Jepara," ujar dia.

Baca Juga: Habis Pemutihan Pajak, Terbitlah Operasi Penertiban, Bapenda Jateng : Tak Diskon Maka Tak Sayang

Bupati berharap agar pasar dapat beradaptasi dengan kondisi ini, sehingga dampak kebijakan ekonomi AS tidak meluas dan industri furnitur Jepara dapat terus bertahan.

"Kondisi pasar akan sangat bergantung pada daya beli di AS setelah kenaikan harga hingga 16,5 persen," terangnya.

Sebagai informasi, kebijakan tarif impor 32 persen yang dicanangkan oleh Presiden AS, Donald Trump menggegerkan jagad, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, Jepara turut jadi korban, khususnya industri furniture.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X