Semarakkan Anniversary ke 5, Kedai Ngisor Kopi Jepara Gelar Tour Ekowisata dan Lepas Fauna

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 23 Juni 2025 | 20:17 WIB
KEGIATAN : sejumlah peserta tour eko wisata Kedai Ngisor Kopi di Somosari, Batealit, Jepara, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
KEGIATAN : sejumlah peserta tour eko wisata Kedai Ngisor Kopi di Somosari, Batealit, Jepara, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Memasuki tahun ke lima, Kedai Ngisor Kopi semarakkan dengan ekowisata, Minggu (22/6/25). Kata sang owner, Alqin, agenda itu bertujuan melestarikan alam melalui sektor wisata.

Anniversary ke 5 ini, dirinya mengundang sejumlah peserta, mulai dari petani kopi, penggiat lingkungan, pendaki Jepara, food vlogger, Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS), Pokdarwis, hingga rumah BUMN PLN.

Sejak pukul 08.30 WIB, sejumlah peserta yang bejibun memenuhi area Kedai Ngisor Kopi yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara lalu mengikuti pembukaan acara.

Baca Juga: Gus Wabup Tinjau dan Segera Penambahan Ruang Kelas Baru SDN 3 Kaliombo Menjadi Prioritas, Diharap Tahun ini Sudah Terealisasi

Selepas itu, Alkin yang juga seorang story teller mengajak mereka menyusuri Dusun Sewengen. Selama perjalanan, ia bercerita tentang keasrian dan cara warga setempat menjaga keindahan alam.

Di sana, para peserta melihat hijaunya pemandangan, luasnya kebun kopi, serta menikmati sejuknya alam ciptaan Tuhan. Sementara Air Terjun Banyu Anjlok sebagai tujuan terakhir perjalanan.

TAMPAK beberapa burung yang siap dilepas peserta Anniversary Kedai Ngisor Kopi, belum lama ini.
TAMPAK beberapa burung yang siap dilepas peserta Anniversary Kedai Ngisor Kopi, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

Harum dedaunan di Dusun Sewengen turut menemani tour ekowisata Kedai Ngisor Kopi ini, begitupun dengan sejumlah fauna yang bersiap dilepas para peserta, setidaknya ada 18 ekor burung.

Baca Juga: Dorong Akses Makanan Bergizi, Warga Desa Soditan Rembang Dapat Sosialisasi Program MBG

Menurut Alqin, inti kegiatan ini adalah memadukan wisata kopi dan cinta alam. Sehingga tour ekowisata diadakan agar menghibur serta mengedukasi para peserta supaya lebih perhatian akan lingkungan.

"Sangat capek, tapi seru. Mungkin itu kata yang bisa saya berikan. Karena temanya eko wisata, jadi perlu melakukan perjalanan, alhamdulillah berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun," papar Alqin.

Pihaknya mengaku tidak mengira para peserta akan melebihi yang direncanakan. Dari 35 tamu undangan, yang datang tembus 45 peserta secara keseluruhan. Bagi Alkin, hal itu suatu kebahagiaan tersendiri.

Baca Juga: Cetak Kader Militan, PC PMII Kota Semarang Sukses Selenggarakan PKL

"Semoga (para peserta) tidak kapok untuk ber-ekowisata. Mau bagaimanapun ini adalah langkah-langkah melestarikan lingkungan ala Kedai Ngisor Kopi. Menjaga dan berbahagia, begitulah," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X