Gubernur Jateng Terima Aduan Mimpi Buruk Warga Brebes Jadi Korban Perdagangan Manusia Jaringan Internasional

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat terima aduan korban perdagangan manusia jaringan internasional, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network )
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat terima aduan korban perdagangan manusia jaringan internasional, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network )

PANTURA NETWORK -- Dalam sebuah pertemuan yang menggugah, Carmadi, seorang warga Kabupaten Brebes, mengadu kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di kantornya pada Jumat, 20 Juni 2025.

Carmadi adalah salah satu dari 83 korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan internasional yang menawarkannya pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji besar.

Carmadi awalnya terpesona oleh tawaran untuk bekerja sebagai kru kapal ikan di Spanyol dengan gaji mencapai €3.000 per bulan. Namun, kenyataan yang dihadapinya sangat berbeda.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Optimistis Perbaikan RTLH dan Backlog di Jawa Tengah Tuntas dalam 5 Tahun

Ia dan korban lainnya diberangkatkan secara ilegal ke beberapa negara Eropa, termasuk Spanyol, Portugal, Polandia, dan Yunani, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan restoran dengan upah yang jauh di bawah janji awal.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Pak Gubernur dan Polda Jateng. Saya bisa pulang, tapi teman-teman saya masih banyak di sana. Nasib mereka saya tidak tahu,” ungkap Carmadi dengan penuh harap.

Menurut informasi dari Polda Jateng, sindikat ini dipimpin oleh dua tersangka, KU (Kunali) asal Tegal dan NU (Nurjaman) dari Brebes.

Baca Juga: 40 Istilah Pondok Pesantren di Kehidupan Sehari-hari

Mereka merekrut korban dengan cara menjanjikan pekerjaan legal dan gaji tinggi, namun pada kenyataannya, para korban justru terjebak dalam situasi yang sangat merugikan.

Carmadi menceritakan bahwa ia diminta membayar biaya pengurusan dokumen dan keberangkatan sebesar Rp65 juta, namun total kerugiannya mencapai lebih dari Rp75 juta.

Setibanya di Spanyol, ia dan rekan-rekannya ditempatkan di rumah agen dan direkam dalam video untuk dijual sebagai “komoditas” ke tempat kerja yang tidak pasti.

Baca Juga: Pemkab Jepara Bersama Kementerian PKP Bangun MOU Percepatan Penyediaan Rumah Subsidi

“Awalnya dijanjikan kerja di kapal, tapi begitu sampai malah disuruh kerja di restoran Cina. Gajinya hanya 900 euro, jauh dari yang dijanjikan,” keluhnya. 

Data dari Polda Jateng menunjukkan bahwa sindikat ini telah memberangkatkan 83 orang, dengan total kerugian mencapai Rp5,8 miliar.

Beberapa korban, termasuk Carmadi, berhasil kembali ke Indonesia, sementara yang lain masih terjebak di luar negeri dalam kondisi sulit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X