Tembok Penahan Air Laut di Kota Semarang Jebol, Gubernur Jateng Langsung Kerahkan Penanganan

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 23 Mei 2025 | 22:06 WIB
SAMBUT : nampak Gubernur Jawa Tengah sedang berkomunikasi dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
SAMBUT : nampak Gubernur Jawa Tengah sedang berkomunikasi dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa tanggap darurat sedang berlangsung pasca jebolnya tembok penahan air laut di Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Tengah, BPBD Kota Semarang, dan Pelindo telah dikerahkan untuk menangani insiden ini.

Dalam pernyataannya di sela kunjungan kerja bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Bandara Adi Soemarmo pada Jumat (23/5/2025), Luthfi menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengganggu operasional pelabuhan.

Baca Juga: Kunjungi Dapil, Mbak Tunjung Bagi Ribuan Sembako untuk Warga Rentan

"Koordinasi dengan Pelindo sudah dilakukan, dan aktivitas angkutan barang serta penumpang tetap berjalan normal," ujar Ahmad Luthfi.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB, dipicu oleh tingginya rob yang mengakibatkan tembok penahan sepanjang 25 meter ambruk. 

"Bukan tanggul yang jebol, tapi penahan air. Curah hujan yang tinggi menaikkan rob, sehingga tembok sepanjang 25 meter runtuh," jelas Luthfi.

Baca Juga: Ella Witiarso Utomo Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Literasi

Tindakan darurat sudah dilakukan oleh tim di lapangan, mencakup penutupan sementara dengan karung pasir guna mencegah dampak lebih lanjut. Perbaikan permanen akan dilaksanakan begitu air surut.

"Seluruh unsur, termasuk BPBD dan Pelindo, sudah berada di lokasi untuk perbaikan bersama setelah air pasang reda," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X