PANTURA NETWORK -- Kabar baik datang dari Provinsi Jawa Tengah, di mana 139 SMA dan SMK swasta akan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa miskin, termasuk beberapa sekolah di Jepara.
Program ini merupakan hasil kemitraan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan sekolah-sekolah swasta, yang dibiayai melalui APBD Provinsi.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengumumkan bahwa program ini akan mencakup 56 SMA dan 83 SMK swasta di seluruh provinsi.
Baca Juga: Jepara Tanggap 112, Layanan Cepat Atasi Aduan Masyarakat
Dengan kuota 5.004 siswa, setiap sekolah akan menampung satu kelas berisi 36 siswa miskin yang dibebaskan dari biaya pendidikan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 juta per siswa untuk mendukung program yang berupaya meningkatkan akses pendidikan
Di Jepara, beberapa sekolah yang berpartisipasi dalam program ini meliputi SMA NU Kedung, SMK Islam Jepara, SMK Islam Datuk Singaraja, dan SMK Walisongo Pecangaan.
Baca Juga: Dukung Program Kesehatan Gratis, Waka DPRD Jateng Soroti Pemerataan Layanan Puskesmas
Sekolah-sekolah ini siap membuka pendaftaran melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2025/2026.
Tahapan pendaftaran SPMB akan dimulai pekan depan dengan jadwal sebagai berikut : Pengajuan akun dari 26 Mei hingga 10 Juni 2025, verifikasi berkas dari 27 Mei hingga 10 Juni 2025, dan aktivasi akun dari 3 hingga 10 Juni 2025.
Proses pendaftaran dan pemilihan sekolah berlangsung dari 12 hingga 17 Juni 2025, dengan pengumuman hasil seleksi pada 20 Juni 2025.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Peningkatan Layanan Sosial untuk Lansia dan Difabel
Daftar ulang akan dilakukan pada 23 hingga 26 Juni 2025, sementara peserta cadangan diumumkan pada 27 Juni 2025 dan daftar ulang cadangan pada 2 hingga 3 Juli 2025. Tahun ajaran baru akan dimulai pada 14 Juli 2025.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui laman resmi di [spmb.jatengprov.go.id](https://spmb.jatengprov.go.id/).
Program ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi siswa miskin di Jepara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa biaya, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Artikel Terkait
Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Soloraya Great Sale jadi Percontohan Eks Karesidenan se-Jateng
Gubernur Ahmad Luthfi: Kontes Sapi di Boyolali Jadi Tetenger Jateng Lumbung Ternak Nasional
Pemprov Jateng Jalin Kemitraan Sekolah Swasta untuk Beri Pendidikan Siswa Miskin
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Peningkatan Layanan Sosial untuk Lansia dan Difabel
Dukung Program Kesehatan Gratis, Waka DPRD Jateng Soroti Pemerataan Layanan Puskesmas