PANTURA NETWORK -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Jepara pada Sabtu malam (14/3) sekitar pukul 20:00 WIB menyebabkan jebolnya tanggul Sungai Jeratun SWD II di Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan.
Jebolnya tanggul ini mengakibatkan banjir yang merendam lahan pertanian dan menimbulkan kerugian bagi petani setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto dalam laporannya, menyatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama meningkatnya debit air sungai, sehingga tanggul tidak mampu menahan arus yang deras.
Baca Juga: PLN UPT Salatiga Siagakan Ratusan Personel Jaga Keandalan Suplai Listrik Ramadan dan Idul Fitri 2025
"Kami sedang berupaya keras menangani situasi ini dengan mengerahkan tim ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait," papar Arwin.
Dampak dari jebolnya tanggul ini, kata dia, sangat dirasakan oleh para petani. Sebagian besar dari mereka mengalami gagal panen, dengan tanaman padi yang siap dipanen rusak terendam air.
"Kerugian yang dialami petani sangat besar, dan ini menjadi perhatian utama kami," tambah Kepala BPBD Jepara.
Baca Juga: Bangun Kesadaran, Kodim 0733/KS Sambangi Pedagang di Pasar-pasar Semarang
BPBD Jepara telah meminta bantuan alat berat, seperti excavator, untuk menutup tanggul yang jebol dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Langkah penanganan darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan situasi dan meminimalisir dampak banjir.
BPBD Jepara bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tedunan dan petani setempat dalam upaya penanggulangan bencana ini.
Baca Juga: Wujudkan Jepara Mulus, Mas Wiwit Langsung Lobi Wakil Menteri
"Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan lebih efektif dan cepat," pungkas dia.
Artikel Terkait
BULOG Jateng Siap Beli Gabah dan Beras Petani Sesuai HPP Baru
Wujudkan Ketahanan Pangan di Jepara, Andang Koordinasi dengan Petani
Februari Puncak Musim Hujan, BPBD Temanggung Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor
Atasi Genangan Air di Baki, BPBD Sukoharjo Gotong Royong Bersihkan Drainase
Kodim 0733/KS Bantu Kawal Petani Lokal Semarang Jual Gabah ke Bulog, Dibeli Rp 6.500 per Kilogram