Tanggul Sungai Jeratun SWD II Jebol, BPBD Jepara : Petani Terancam Gagal Panen

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 16 Maret 2025 | 16:05 WIB
Tanggul SWD 2 jebol, petani nampak sedang memancing (Istimewa for Pantura Network)
Tanggul SWD 2 jebol, petani nampak sedang memancing (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Jepara pada Sabtu malam (14/3) sekitar pukul 20:00 WIB menyebabkan jebolnya tanggul Sungai Jeratun SWD II di Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan.

Jebolnya tanggul ini mengakibatkan banjir yang merendam lahan pertanian dan menimbulkan kerugian bagi petani setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto dalam laporannya, menyatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama meningkatnya debit air sungai, sehingga tanggul tidak mampu menahan arus yang deras.

Baca Juga: PLN UPT Salatiga Siagakan Ratusan Personel Jaga Keandalan Suplai Listrik Ramadan dan Idul Fitri 2025

"Kami sedang berupaya keras menangani situasi ini dengan mengerahkan tim ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait," papar Arwin.

Dampak dari jebolnya tanggul ini, kata dia, sangat dirasakan oleh para petani. Sebagian besar dari mereka mengalami gagal panen, dengan tanaman padi yang siap dipanen rusak terendam air.

"Kerugian yang dialami petani sangat besar, dan ini menjadi perhatian utama kami," tambah Kepala BPBD Jepara.

Baca Juga: Bangun Kesadaran, Kodim 0733/KS Sambangi Pedagang di Pasar-pasar Semarang

BPBD Jepara telah meminta bantuan alat berat, seperti excavator, untuk menutup tanggul yang jebol dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Langkah penanganan darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan situasi dan meminimalisir dampak banjir.

BPBD Jepara bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tedunan dan petani setempat dalam upaya penanggulangan bencana ini.

Baca Juga: Wujudkan Jepara Mulus, Mas Wiwit Langsung Lobi Wakil Menteri

"Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan lebih efektif dan cepat," pungkas dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X