DPRD Jateng Dorong Penguatan Kualitas SDM dan Pendidikan

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 16 Februari 2025 | 21:44 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Di tengah tantangan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi tuntutan yang tak terhindarkan. Terutama untuk mengurai permasalahan pengangguran yang semakin signifikan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengatakan, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat juga menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut.

Menurut Heri, salah satu penyebab utama meningkatnya angka pengangguran ialah kurangnya keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga: Perkuat Nasionalisme, Wakil Ketua DPRD Jateng Sampaikan Ini

Meskipun banyak lulusan pendidikan tinggi yang tersedia, namun tidak semua dari mereka siap untuk terjun ke dunia kerja karena ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan dan tuntutan dunia industri.

"Pengangguran yang tinggi di Jawa Tengah bukan hanya disebabkan oleh rendahnya angka pendidikan, tetapi juga oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja," katanya dalam FGD di Temanggung, Minggu (26/1/25).

Bagan membangun kompetensi SDM unggul dari DPRD Jateng
Bagan membangun kompetensi SDM unggul dari DPRD Jateng (Istimewa for Pantura Network )

"Kita perlu memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar masyarakat siap bersaing di dunia kerja," ungkap Heri.

Baca Juga: Pembangunan di Jateng, Pimwan DPRD Dorong Kerjasama Lintas Sektor

Heri menambahkan, di era digital dan perkembangan teknologi yang pesat, SDM dengan keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan adaptasi yang baik akan lebih mudah terserap di pasar kerja.

"Saat ini, sektor-sektor seperti teknologi informasi, manufaktur, dan pariwisata sangat membutuhkan tenaga kerja terampil. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan bisa langsung bekerja setelah lulus tanpa harus menghadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan," kata Heri.

Heri juga mendorong pemerintah untuk lebih mendekatkan lembaga pendidikan vokasi dengan dunia industri, sehingga menciptakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. 

Baca Juga: Kabupaten Pekalongan Terima Bantuan Ekskavator dari Kemensos

Selain sektor pendidikan, Heri menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan kualitas SDM di daerah.

Menurutnya, sektor swasta memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan serta memberikan pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X