Percaya Diri Jepara Kondusif, Malamnya Ada Rencana Demo di Pemda Esok Hari

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 29 Desember 2024 | 22:49 WIB
KONSOLIDASI : Aliansi Jepara Menggugat merencanakan teknis lapangan esok hari, Minggu (29/12/24) (RK/Pantura Network)
KONSOLIDASI : Aliansi Jepara Menggugat merencanakan teknis lapangan esok hari, Minggu (29/12/24) (RK/Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta klaim wilayah Kota Ukir sudah kondusif, malamnya malah ada rencana demo mahasiswa di Pemda pada Senin (30/12/24) besok pagi.

Kepercayaan diri Edy Supriyanta terungkap sewaktu pelantikan salah satu organisasi mahasiswa di Gedung Shima Setda Jepara, Minggu (29/12/24). Katanya, Jepara sudah kondusif.

"Jepara sudah kondusif, jadi harapan saya ke depan akan seperti itu," kata Edy Supriyanta di hadapan puluhan mahasiswa.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Terbaik di Jepara untuk Liburan Tahun Baru

Menanggapi statemen orang nomor satu di Jepara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisnu Jepara Adam Mahfudz mengatakan, suasana Jepara memang kondusif namun tidak dengan kebijakan pemerintah.

"Suasana Jepara memang kondusif, tapi tidak dengan kebijakan pemerintah. Karena kebijakan tidak pro terhadap rakyat, ini kita tidak bisa tinggal diam, harus kita lawan," ujar Mahfudz.

Sehingga malam hari seusai pelantikan organisasi mahasiswa di lingkungan Setda itu rampung, BEM Unisnu Jepara bersama PMII dan GMNI serta aktivis lainnya merencanakan demo atau aksi di Pemda.

Baca Juga: Pelantikan HMI Jepara, Pj Bupati Harap dapat Berkolaborasi dalam Pembangunan Daerah

Perencanaan itu tertuang dalam Konsolidasi Akbar dan Teknis Lapangan (Teklap) Aksi sekira pukul 19.00 WIB di wilayah Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Mahasiswa maupun elemen lain sepakat menggelar aksi.

Mereka menolak kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari yang semula 11 menjadi 12 persen. 

Mahfudz menilai, kebijakan tersebut berdampak buruk bagi masyarakat karena selama ini pemerintah kontra produktif. Dibuktikan dengan penyelewengan wewenang serta anggaran yang akhirnya dikorupsi.

Baca Juga: Gara-gara Gagal Panen, 3 Ribu Petani Jepara Dapat 12,7 Miliar dari BNPB

"Kemaren 10 persen, naik menjadi 11 dan kini meroket lagi jadi 12 persen. Katanya untuk pembangunan, tapi realitanya pemerintah kontra produktif, bahkan dzolim," tegasnya.

Tidak hanya itu, civitas akademik seperti Wakil Rektor 3 Unisnu Jepara, Abdul Wahab Saleem turut mendorong mahasiswa Unisnu supaya mengikuti Aksi Peduli 'Menolak PPN 12 Persen'.

Menurutnya, ciri utama mahasiswa adalah kritis dan peduli terhadap negara. Salah satu caranya dengan memgikuti aksi mahasiswa pada Senin 30 Desember 2024 di depan Pemda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X