Ribuan Nelayan Kendal Dukung  Ganjar  Jadi Presiden  

photo author
Tim Pantura Network 01, Pantura Network
- Kamis, 25 Januari 2024 | 06:03 WIB

 

PANTURANETWORK.COM - Warga Kendal berbondong-bondong mendatangi tempat pelelangan ikan (TPI) Tawang Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Selasa (23/1/2024). Ternyata, mereka ingin menyambut kedatangan Ganjar Pranowo, Capres nomor urut 3 di tempat itu.

Tiba di lokasi, Ganjar langsung diserbu massa yang mayoritas nelayan. Mereka tampak antusias dan senang, sampai saling berebut salaman dan mengabadikan momen dengan kamera ponselnya.

Meski berdesakan, mantan Gubernur Jawa Tengah itu tidak merasa terganggu. Ia bahkan dengan ramah dan senyum menyalami nelayan satu-per satu. Selanjutnya, Ganjar menyapa dan berdialog dengan nelayan untuk menyerap aspirasi. Bukan hanya itu, Ganjar juga berkeliling dan menemui lapak-lapak penjual ikan di sekitar TPI.

Sikap Ganjar yang merakyat membuat magnet bagi warga. Mereka semangat dan tak sungkan untuk menemui Ganjar secara dekat.

Salah satunya, Bianto, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Ia mengaku senang bisa melihat langsung Capres berambut putih itu.

“Senang sekali bisa melihat Pak Ganjar langsung. Biasanya hanya di tivi,” katanya.

Menurutnya, Ganjar adalah sosok yang kharismatik dan merakyat.

“Pak Ganjar orangnya kharismatik ya,” tuturnya.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia Bakal Olah 30 Ton Sampah RDF dari Sleman Jadi Bahan Bakar Alternatif

Begitu juga dengan Titik, warga Desa Gempolsewu mengatakan bahwa Ganjar telah membuktikan sebagai pemimpin yang tahu tentang persoalan masyarakat, sejak menjabat Gubernur Jawa Tengah.

“Dari tiga Capres, yang layak jadi presiden hanya Pak Ganjar. Beliau memahami persoalan masyarakat,” ucapnya.

Titik berharap, ke depan Ganjar mampu mensejahterakan kehidupan, terutama nelayan.

“Kalau bisa nelayan bisa sejahtera. Hasil tangkapannya terjual dengan harga bagus,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Wahhab

Rekomendasi

Terkini

X