Gelar Operasi Pasar Murah, Usaha Pemprov Jateng Stabilkan Harga Cabai Di Pasar

photo author
Isqi Noor Hamdani, Pantura Network
- Minggu, 10 Desember 2023 | 21:29 WIB
Operasi Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jateng untuk mencegah harga cabai semakin naik (jatengprov.go.id)
Operasi Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jateng untuk mencegah harga cabai semakin naik (jatengprov.go.id)

PANTURANETWORK.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar operasi pasar murah di pasaran.

Pemprov Jateng berusaha menstabilkan harga cabai di pasaran yang saat ini sudah menyentuh Rp90 ribu-Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng July Emmylia megatakan operasi ini dilakukan agar tidak ada masyarakat yang terbebani.

Baca Juga: Sido Muncul Berikan Bantuan Rp 300 Juta untuk Operasi Bibir Sumbing di Jawa Tengah

Lebih lanjut, Menurut Emmylia menjelaskan bahwa alasan harga cabai naik karena kurangnya produksi disebabkan kemarau panjang.

"cabai sebenarnya tersedia, harganya pun standar. Namun karena masyarakat panik, dan ada beberapa orang tak bertanggungjawab yang mungkin (diduga) mempermainkan harga. Ini sebagai referensi harga dan ketersediaan barang" katanya.

Ia menyebut, untuk operasi pasar cabai, Pemprov Jateng mengambil langsung dari petani-petani Wonosobo, Boyolali, dan Temanggung. Soal harga, pihaknya juga telah memberikan subsidi sebesar Rp10 ribu per kilogram.

Baca Juga: Ada Banyak Promo Beli Ruko The Melbourne di CitraGrand Semarang, Buruan Jangan Ketinggalan

Sementara itu, dengan adanya operasi cabai ini, banyak konseumen yang terbantu. Menurut Abdul, harga cabai di pasaran memang sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram.

“Selisihnya lumayan, membantu sekali. Harapannya, pemerintah dapat membantu menurunkan harga, karena kita kan terbentur harga cabai mahal, sedangkan makanan kita rata-rata ingin pedas,” ujarnya.

 

Adanya operasi pasar murah ini juga membantu ibu rumah tangga seperti Yuni. Menurutnya, ini adalah angin segar ketika harga bumbu-bumbu naik.

Baca Juga: Jawa Tengah Usulkan Kuota BBM Bersubsidi Bertambah Jadi 2.5 Juta Kiloliter di Tahun 2024

“Ya membantu kami. Kalau ibu rumah tangga, ketika bumbu mahal ya semua sulit. Mudah-mudahan harganya cepat turun,” ujar warga Semarang Utara itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Isqi Noor Hamdani

Sumber: jatengprov.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X