PANTURANETWORK.COM - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna (BPKP) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja badan usaha milik desa (Bumdes). Sebanyak 362 Bumdes di tanah air menjadi sampel pengamatan.
Anggota tim sosialisasi pengelolaan Bumdes dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah, Taufik Maulana HS menyampaikan, hasilnya dari pengamatan tersebut, ditemukan enam hal pokok penyebab pengelolaan Bumdes tidak efektif.
“Sebagian di antara Bumdes itu belum berbadan hukum. Sehingga, sulit untuk mengakses permodalan dari lembaga perbankan,” kata Taufik, di aula Kantor Desa Jetis, Bandungan, Rabu (6/12/2023) siang.
Di hadapan seratusan pengelola Bumdes se-Kabupaten Semarang, Taufik menjelaskan, faktor perencanaan bisnis dan pengembangan potensi desa juga masih menjadi titik lemah. Mereka belum bisa mengembangkan sumber daya khas desa menjadi usaha produktif.
Baca Juga: Pemkab Kendal Terima 2 Penghargaan Top Digital Award 2023
Selain itu, lanjutnya, para pengelola juga merasa kesulitan melakukan pemasaran, karena tak mampu bersinergi dengan pihak ketiga. Sehingga, seringkali produk hanya laku di pasar lokal.
“Penyusunan laporan keuangan yang sesuai ketentuan, juga masih menjadi PR para pengelola Bumdes,” katanya lagi.
Bertolak dari kondisi itulah, pihaknya menyiapkan tim untuk melakukan sosialisasi pengelolaan Bumdes, agar kinerja Bumdes dapat meningkat dan mendukung pendapatan asli desa (PADes).
Bupati Semarang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rudi Susanto berharap, dengan adanya sosialisasi terkait pengelolaan Bumdes, pengelolaan keuangan Bumdes di Kabupaten Semarang dapat berjalan baik.
“Para pengelola diharapkan paham tentang tata cara manajerial dan pelaporan keuangan, agar terhindar dari masalah hukum. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa,” jelasnya.
Baca Juga: Soal Gubernur-Wagub DKJ Ditunjuk Presiden, Mendagri: Tetap Melalui Pilkada
Subkoordinator Ekonomi Desa Dispermasdes Kabupaten Semarang, Ari Setyorini menjelaskan, beberapa Bumdes mampu mengembangkan usaha produktif. Di antaranya, Bumdes Aji Bodronoyo Desa Sumowono yang mengelola pasar desa. Bumdes Mutiara Artha Desa Batur Getasan dan Bumdes Sidosari Desa Pringsari, Pringapus, yang mengelola usaha koperasi simpan pinjam. Ada pula Bumdes Bangun Jaya yang mengelola pusat wisata dan kuliner di Desa Kesongo, Tuntang.
“Sebagian Bumdes itu bahkan telah memberikan kontribusi bagi pendapatan asli desa,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Slawi Kamis, 2 Februari 2023: Diprediksi Siang Mendung, Malam Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Pekalongan Kamis, 2 Februari 2023: Diprediksi Pagi Berawan Tebal, Hujan Ringan Malam Hari
Prakiraan Cuaca Mungkid Kamis, 2 Februari 2023: Diprediksi Hujan Lebat Siang hingga Malam Hari
Jadwal Sholat Tegal Sabtu, 4 Februari 2023. Lengkap Doa Amalan Bulan Rajab
Prakiraan Cuaca Slawi Senin 6 Maret 2023: Berawan Pagi, Siang, dan Dini Hari, Hujan Ringan pada Malam Hari