Bocah 11 Tahun di Jepara Tewas Tenggelam di Sungai Senden, Nekat Lompat dari Tebing Meski Dilarang

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:27 WIB
Ilustrasi anak tenggelam di sungai (Istimewa form AI)
Ilustrasi anak tenggelam di sungai (Istimewa form AI)

PANTURA NETWORK -- Tragedi kecelakaan air merenggut nyawa seorang bocah berusia 11 tahun di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Senden pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bermain dan mandi di sungai bersama delapan temannya di lokasi yang tak jauh dari rumahnya. Sungai Senden diketahui memiliki kedalaman yang cukup signifikan dan kontur dasar berlumpur.

Kapolsek Jepara Kota AKP Sulistiyana menjelaskan, sebelum kejadian, korban sempat dilarang oleh teman-temannya untuk tidak melompat dari tebing sungai. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan.

Baca Juga: Satu Pelajar Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Pantai Bondo Jepara

“Berdasarkan keterangan saksi, korban tetap nekat terjun dari tebing meskipun sudah diperingatkan. Setelah melompat, korban tidak muncul kembali ke permukaan,” ujar AKP Sulistiyana, Kamis.

Melihat korban tak kunjung muncul, teman-temannya panik dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Dua warga yang pertama menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan bersama masyarakat setempat melakukan pencarian di area korban terakhir terlihat.

Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik dan terjebak di dasar sungai yang berlumpur. Saat dievakuasi, korban dipastikan sudah tidak bernyawa.

Baca Juga: Bupati Ngantor di Desa Menganti Kedung, Enam Desa di Jepara Rawan Tenggelam Gegara Abrasi, Setahun Daratan yang Tergerus 50 Meter

Jenazah kemudian dilarikan ke RSUD RA Kartini Jepara untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses visum. Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka lecet pada pelipis kanan korban serta kondisi lidah yang memutih, yang menguatkan dugaan kematian akibat tenggelam.

AKP Sulistiyana menambahkan, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. “Keluarga korban menerima kejadian ini dengan lapang dada. Jenazah telah dibawa ke rumah duka dan akan dimakamkan sesuai adat setempat,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua serta kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di area sungai, khususnya di lokasi yang memiliki kedalaman dan risiko tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X