PANTURA NETWORK -- Arema FC menunjukkan efektivitas taktik permainan saat menundukkan Persijap Jepara dengan skor 1-0 dalam lanjutan Super League, Senin (2/2/2026) sore WIB di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Gol tunggal Hansamu Yama Pranata pada menit ke-36 bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi juga cerminan strategi Arema FC yang mengandalkan agresivitas lini kedua dan variasi serangan dari luar kotak penalti.
Sejak awal laga, Arema FC tampil dengan pendekatan penguasaan bola moderat namun efisien. Duet Betinho dan Arkhan Fikri berperan penting menjaga keseimbangan lini tengah, sementara Julian Guevara menjadi pengatur ritme permainan dari lini belakang.
Baca Juga: Hasil Super League : Persijap Jepara Bungkam PSM Makassar 2-0
Arema tidak terlalu memaksakan penguasaan bola tinggi. Sebaliknya, Singo Edan memilih transisi cepat saat merebut bola, memanfaatkan kecepatan sayap dan keberanian melepaskan tembakan jarak jauh.
Strategi tersebut terbukti efektif pada menit ke-36. Rio Fahmi yang aktif naik membantu serangan mencoba peruntungannya lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola yang sempat berubah arah setelah mengenai Hansamu Yama justru mengecoh kiper Persijap, Sendri Johansyah.
Pertahanan Disiplin, VAR Selamatkan Arema
Memasuki babak kedua, Persijap Jepara mencoba menaikkan garis pertahanan dan bermain lebih agresif. Masuknya tekanan dari lini depan membuat Arema FC lebih fokus menjaga kedalaman dan kerap menumpuk pemain di area tengah.
Baca Juga: Laga Seru Berakhir Imbang : Persijap Jepara dan Arema FC Gagal Menemukan Kemenangan
Persijap sempat membobol gawang Arema FC lewat Carlos Franca pada menit ke-57. Namun, koordinasi lini belakang Arema FC berhasil memaksa posisi offside. Keputusan wasit menganulir gol tersebut setelah pengecekan VAR menjadi momen krusial yang menjaga keunggulan tuan rumah.
Hingga menit ke-75, Arema FC tetap unggul dalam kontrol permainan dengan 53 persen penguasaan bola, mencatatkan empat percobaan tembakan dengan akurasi mencapai 58 persen. Angka tersebut menunjukkan Arema lebih memilih kualitas peluang dibanding kuantitas serangan.
Pada sisa waktu pertandingan, Arema FC menurunkan tempo permainan dan lebih fokus menjaga struktur pertahanan. Hansamu Yama dan Johan Alfarizi tampil solid mematahkan sejumlah upaya Persijap yang mencoba memanfaatkan bola-bola silang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tidak berubah. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Arema FC mampu meraih hasil maksimal lewat disiplin taktik dan efektivitas eksekusi, meski tidak tampil dengan dominasi mutlak.
Tambahan tiga poin membuat Arema FC kini menempati posisi ke-11 klasemen Super League dengan raihan 24 poin. Sementara Persijap Jepara masih tertahan di peringkat ke-16 dengan 12 poin, dan harus segera berbenah terutama dalam penyelesaian akhir.
Artikel Terkait
Hasil Akhir Liga 2, PSKC Cimahi vs Persijap Jepara : Drama Gol di Stadion Jalak Harupat
Gus Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar Pastikan Stadion GBK Siap Menjadi Kandang Persijap di Liga 1
Jelang Liga 1, Bupati Jepara Witiarso Utomo Dorong Pemain Lokal Masuk Line Up Persijap
Jelang BRI Super League, Bupati Jepara Buka Laga Persahabatan Persijap vs Persipura
Bupati Jepara Witiarso Utomo Kemenangan Persijap Vs Persib 2-1, Ini Kemenangan Hati Masyarakat Jepara