pendidikan

TADIKA Patani dan Politik Identitas

Senin, 13 April 2026 | 11:25 WIB
Suasana kegiatan Kursus Musim Panas yang berlangsung di TADIKA/Madrasah Darussa'adah, Kampung Carakpan, Thanto, Yala, Sabtu (4/4/2026). (Istimewa for Pantura Network)

Baca Juga: Hasil Piala Asia 2023; Thailand Satu-Satunya Negara ASEAN Yang Menang, Malaysia Diobok-Obok Yordania

Apa yang terjadi di TADIKA hari ini bukan hanya soal pendidikan anak-anak, melainkan tentang masa depan identitas Melayu-Islam di Patani. Jika ruang-ruang seperti ini melemah, maka yang hilang bukan hanya bahasa atau tradisi, tapi juga sebuah peradaban.

Sebaliknya, jika TADIKA terus diperkuat-baik oleh masyarakat lokal maupun perhatian dunia luar-maka harapan itu tetap menyala.

Sudah saatnya publik nasional dan internasional melihat Patani bukan sekadar wilayah konflik, tapi sebagai ruang perjuangan identitas yang berlangsung melalui jalur pendidikan.

Baca Juga: Program MBG Disosialisasikan di Desa Butuh Semarang, Dorong Generasi Sehat dan Produktif

Dukungan terhadap eksistensi dan penguatan lembaga seperti TADIKA adalah investasi terhadap keberagaman dan keadilan budaya di kawasan Asia Tenggara.

Sebab, ketika satu identitas dipaksa hilang, yang sesungguhnya lenyap adalah wajah kemanusiaan itu sendiri.

Haris (Mahasiswa Thailand Selatan di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Indonesia)

Halaman:

Terkini