pendidikan

Berdayakan UMKM di Kaliombo, KKN UNISNU Jepara Beri Pelatihan Digital Marketing

Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:54 WIB
KKN UNISNU Jepara berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Produk Halal Wahana Halal Center (LP3H WHC) UIN Walisongo Semarang, juga sosialisadi sertifikasi halal di Balai Desa Kaliombo, Selasa (12/8/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pelaku UMKM di Desa Kaliombo, Pecangaan, Jepara mendapat suntikan semangat baru, karena Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara XIX beri pelatihan digital marketing.

KKN UNISNU Jepara berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Produk Halal Wahana Halal Center (LP3H WHC) UIN Walisongo Semarang, juga sosialisadi sertifikasi halal di Balai Desa Kaliombo, Selasa (12/8/2025).

Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN UNISNU XIX, Ainul Yaqin dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda ini merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, baik di pasar lokal maupun internasional.

Baca Juga: Update Demo Pemakzulan Bupati Sudewo Pati : Massa Aksi Ricuh dan Menelan Korban Jiwa

"Memberdayakan UMKM lokal agar lebih melek digital dan mampu menembus pasar yang lebih luas," papar Ainul Yaqin di sela-sela acara.

Ia juga berharap, dengan bekal digital marketing dan prospek sertifikasi halal, UMKM Desa Kaliombo mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, dan membangun citra produk yang unggul, halal, dan kredibel. 

"Sinergi ini diharapkan menjadi tonggak awal transformasi UMKM Desa Kaliombo menuju kesuksesan," tambah dia.

Baca Juga: Industri Mebel Jepara Didorong Manfaatkan Teknologi Modern untuk Perkuat Daya Saing Global

Para peserta, yang terdiri dari pelaku usaha kuliner seperti keripik kangkung, kembang goyang, brownies, putu ayu, arem-arem, catering, serta usaha konveksi, terlihat antusias mengikuti pelatihan.

Menurut Tokoh Masyarakat Desa Kaliombo, Asol Amei, selama ini promosi produk UMKM masih terbatas dari mulut ke mulut dan pemanfaatan media sosial seadanya.

Selain itu, juga belum adanya sertifikasi halal yang kemudian menjadi kendala dalam memperluas pasar dan membangun kepercayaan konsumen. "Kami mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah maju bagi UMKM lokal," ujar Aqsol Amri.

Baca Juga: Industri Furniture dan Perkayuan Indonesia Harus Melek Teknologi untuk Berkembang

Pada kesempatan itu, Pelatihan Digital Marketing dibawakan oleh mahasiswa UNISNU, Ulvi Nihayah dan Fortuna Febby.

Mereka membimbing peserta UMKM memanfaatkan media sosial, WhatsApp dan Facebook Marketplace secara efektif, seperti membuat konten menarik hingga strategi pemasaran yang tepat.

Sementara itu, Albar Bujayromi Abbastian dari LP3H WHC UIN Walisongo Semarang menjelaskan proses sertifikasi halal, termasuk opsi 'self-declare' atau gratis bagi UMKM dengan skala kecil dan omset terbatas.

Halaman:

Tags

Terkini