Gus Yasin berharap hasil konferensi internasasional tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, mengatakan negara-negara seperti Jerman dan Belanda telah mengenalkan pemetaan bakat sejak usia sekolah.
Melalui mekanisme tersebut, kata dia, peserta didik diarahkan pada jalur akademik maupun vokasi sesuai potensi masing-masing.
"Di sana vokasi bukan nomor dua. Mereka melakukan tes bakat sehingga anak-anak bisa dipetakan sesuai potensinya. Ada yang lebih cocok menjadi ilmuwan, ada yang lebih pas menjadi teknokrat. Keduanya sama-sama dibutuhkan untuk membangun negara," ujar Wijayanto.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia untuk memperkuat pendidikan vokasi sejak jenjang pendidikan yang lebih awal, sehingga peserta didik memiliki arah pengembangan kompetensi yang lebih jelas dan vokasi tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua.***