“Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Nabi Sulaiman menemukan seorang perempuan yang memimpin kaumnya, yaitu Ratu Balqis. Ini menunjukkan bahwa perempuan juga bisa memiliki kapasitas kepemimpinan,” ujar Ning Nawal, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, dalam sejarah Islam pun perempuan berperan penting dalam pengambilan keputusan. Salah satu contohnya adalah Ummu Salamah yang memberikan nasihat kepada Rasulullah saat Perjanjian Hudaibiyah.
Dari kisah itu, kata Ning Nawal, terlihat bahwa perempuan dapat berperan dalam musyawarah atau majelis syura selama memiliki kemampuan dan tetap berpegang pada syariat.
“Yang paling penting dari seorang pemimpin adalah apa yang ada di dalam hatinya, keimanan dan akhlaknya. Bukan sekadar jabatan, kekayaan, atau kedudukannya,” ujarnya.
Rektor UNS Prof. Hartono mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah beserta istri yang bersedia berbagi ilmu kepada mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Ramadan tersebut.
“Kami berharap kajian ini memberikan pencerahan bagi kita semua, khususnya dalam mengambil teladan kepemimpinan Rasulullah di kehidupan modern,” katanya.*