Tingkatkan Kompetensi, Guru SMA Negeri 1 Donorojo Dapat Pelatihan Kepenulisan Karya Ilmiah

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 23 Januari 2025 | 01:30 WIB
Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes, Mukhamad Shokeh (kiri) (Istimewa for Pantura Network)
Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes, Mukhamad Shokeh (kiri) (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- SMA Negeri 1 Donorojo datangkan pakar dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk pelatihan penulisan karya ilmiah. Tujuannya supaya meningkatkan kompetensi guru.

Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes, Mukhamad Shokeh, diundang SMA Negeri 1 Donorojo sebagai pemateri utama.

Ia bersama dengan Mahasiswa Kajian Sejarah S2, Dian Ardiansyah, yang memberikan materi tentang penulisan karya ilmiah populer di media massa.

Baca Juga: Meski Belum Dilantik, HIPSI Kabupaten Tegal Sukses dengan Festival Durian Lokal Jatinegara

Pelatihan tersebut, kata Kepala SMA Negeri Donorojo, Puji Ningrum, dilaksanakan karena banyak guru mengalami kesulitan dalam menghasilkan karya tulis.

"Kami ingin mendapatkan trik atau cara untuk mengatasi berbagai persoalan yang dirasakan para guru dalam karya tulis," papar Puji Ningrum, Rabu (22/1/25).

Kesulitan ini, lanjut Puji, menjadi kendala bagi guru yang ingin mengajukan kenaikan pangkat, di mana syaratnya memerlukan karya tulis ilmiah atau publikasi ilmiah.

Baca Juga: Apel Siaga Gabungan Seluruh Unit PLN, UIK Tanjung Jati B Kukuhkan Komitmen K3

"Oleh karena itu, pembekalan seperti ini sangat diperlukan agar para guru memiliki pemahaman dan strategi dalam menulis," tambahnya.

Dengan menggandeng akademisi Unnes dalam workshop ini, diharapkan para guru dapat mengaplikasikan pengalaman mengajar mereka ke dalam tulisan yang menarik.

Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes, Mukhamad Shokeh di hadapan para guru SMA Negeri 1 Donorojo
Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unnes, Mukhamad Shokeh di hadapan para guru SMA Negeri 1 Donorojo (Istimewa for Pantura Network)

"Kami berharap minimal para guru bisa menghasilkan tulisan yang dipublikasikan, baik secara digital maupun cetak," kata Puji.

Baca Juga: Februari Puncak Musim Hujan, BPBD Temanggung Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor

Mukhamad Shokeh menekankan bahwa para guru sebenarnya sudah memiliki rutinitas menulis dalam keseharian. Namun, tantangan utama adalah memulai, karena seringkali ada hambatan psikologis yang membuat menulis terasa sulit.

"Pelatihan ini bertujuan mengatasi masalah tersebut dan menunjukkan bahwa menulis itu mudah jika dimulai dengan kesungguhan," kata Shokeh..

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X