Menyusuri Jalan Pendidikan: Transportasi Gratis dan Harapan Baru bagi Guru di Rembang

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 00:33 WIB
Tampah sejumlah siswa di Rembang sedang mengisi waktu istirahat, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)
Tampah sejumlah siswa di Rembang sedang mengisi waktu istirahat, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Di tengah hamparan perbukitan dan jalan setapak yang berliku, sekelompok siswa dari daerah terpencil bersiap mengawali hari baru. Harapan mereka kini terletak pada janji sebuah program baru yang ditawarkan oleh salah satu pasangan calon Pilkada Rembang 2024. Program ini menjanjikan angkutan umum gratis bagi siswa yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau oleh kendaraan umum.

Di ruang kelas yang sederhana namun penuh semangat, Kepala Sekolah SMP 3 Rembang, Anwar Sanusi, berdiri di depan papan tulis, menyampaikan dukungannya dengan penuh semangat. "Ini adalah langkah maju bagi pendidikan kita," katanya, suaranya penuh keyakinan, Rembang (15/10/24). Anwar membayangkan bus berwarna cerah berkeliling desa, mengangkut siswa dari sudut-sudut terpencil ke sekolah dengan aman dan tepat waktu.

Sistem zonasi yang berlaku membuat beberapa siswa harus menempuh jarak yang jauh setiap harinya. Anwar berharap, dengan adanya program ini, rute bus akan dirancang dengan cermat untuk memastikan setiap siswa dapat menunggu di depan rumah mereka, tanpa harus berjalan jauh. "Kita harus memastikan bus ini datang tepat saat matahari terbit dan pulang ketika senja tiba," tambahnya, menekankan pentingnya koordinasi jadwal.

Baca Juga: Lebih Mudah Murah dan Aman, PLN Jamin Kepuasan Pelanggan yang Bertransaksi di PLN Mobile

Di tempat lain, di sebuah ruang guru yang dipenuhi dengan tumpukan buku dan kertas ujian, Eko Joko Suroso, seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT), mencurahkan isi hatinya. Dengan senyuman pahit, ia berbicara tentang kesejahteraan tenaga pengajar yang kian tergerus biaya hidup. "Saya sudah mengajar selama lebih dari dua dekade, namun masa depan masih terasa samar," katanya, mengungkapkan keresahan yang telah lama ia pendam.

Eko Joko berharap, selain transportasi bagi siswa, para paslon juga akan memberikan perhatian khusus kepada para guru dengan menaikkan gaji, walau hanya 10%. "Ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang masa depan yang lebih pasti," lanjutnya, mengisyaratkan harapan yang menggantung di benak banyak guru honorer sepertinya.

Program angkutan gratis dan janji kesejahteraan bagi guru menjadi secercah harapan bagi komunitas pendidikan di SMP 3 Rembang. Di tengah tantangan yang ada, dukungan dari paslon dapat menjadi katalisator perubahan positif, menjadikan sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah bagi impian dan masa depan yang lebih cerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X