Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan bahwa implementasi program makan bergizi gratis bagi siswa harus mengutamakan kualitas makanan yang diberikan, bukan sekadar melihat nilai atau harga.
Menurutnya, pemerintah dapat memanfaatkan pangan lokal yang diolah secara kreatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi siswa. Hal ini sekaligus mengajarkan kepada para siswa terkait pentingnya potensi hasil alam lokal.
“Program makan gratis ini bukan hanya soal memberi makanan, tetapi memastikan bahwa makanan tersebut benar-benar bergizi, berkualitas, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak secara optimal,” kata Heri.
Heri menjelaskan, penggunaan bahan pangan lokal seperti sayur-sayuran, umbi-umbian, ikan, dan produk peternakan setempat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga mendukung perekonomian lokal.
Dengan memberdayakan petani dan produsen lokal, lanjut Heri, program ini dapat menciptakan efek domino yang positif bagi masyarakat.
“Kita memiliki kekayaan pangan lokal yang luar biasa. Jika dimanfaatkan dengan baik, bahan-bahan ini dapat menjadi menu yang sehat dan lezat untuk siswa. Selain itu, ini juga memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya mencintai dan menghargai hasil bumi daerah mereka,” jelasnya.
Heri juga mendorong pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan ahli gizi dan koki profesional dalam menyusun menu yang menarik dan bernutrisi.
“Makanan sehat tidak berarti mahal. Dengan inovasi yang tepat, pangan lokal bisa diolah menjadi menu yang menarik, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” imbuhnya.
Pengawasan Program
Heri menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program ini, untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi.
Ia meminta pemerintah untuk melibatkan komite sekolah dan masyarakat dalam proses evaluasi.
“Transparansi dan pengawasan sangat penting. Kita harus memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan haknya, tanpa ada penyimpangan atau pengurangan kualitas,” ujarnya.
Heri juga berharap program makan gratis yang diusung Presiden Prabowo ini tidak hanya dilakukan di tingkat sekolah formal, tetapi dapat diperluas ke jenjang nonformal.
“Jika program ini berhasil, kita bisa memperluas cakupannya. Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” katanya.