Bukan Sekadar Bantuan, Jateng Bangun Kemandirian Ekonomi Warga Desa Minggarharjo

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Ia menyatakan, akan kembali memantau perkembangan bantuan tersebut. Jika bantuan kambing yang diternakkan berkembang dan kelompok mampu mengelolanya dengan baik, bantuan serupa berpeluang diberikan kepada kelompok lain.

Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Bantuan pemerintah diharapkan tidak berhenti sebagai barang yang diterima masyarakat, melainkan berkembang menjadi aset produktif.

Direktur RSJD dr. Arif Zainudin, Setyowati Raharjo, mengatakan pendampingan Desa Minggarharjo telah dilakukan sejak Januari 2026. Proses diawali dengan identifikasi dan survei lapangan untuk memetakan persoalan serta potensi desa.

“Yang kami lakukan dari hasil survei dari peternakan, pertanian, UMKM dan kesehatan,” katanya.

Di sektor peternakan, warga mengembangkan sapi, kambing, dan ayam. Namun, pola pemberian serta pembuatan pakan masih dilakukan secara konvensional.

Sementara di sektor pertanian, warga masih mengandalkan hujan dengan panen utama satu kali dalam setahun. Pada musim kemarau, lahan dimanfaatkan untuk menanam jagung, kacang tanah, tembakau, dan melon. Salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah serangan tikus yang mengganggu produktivitas.

Untuk memperkuat sektor peternakan, RSJD dr. Arif Zainudin juga memberikan tiga unit alat pencacah. Alat tersebut dapat digunakan untuk mencacah rumput sekaligus mengolah kotoran ternak menjadi kompos.

“Dengan adanya pengolahan, pelatihan, pendampingan seperti ini harapannya pertaniannya semakin baik,” ujar Taj Yasin.

Di sektor UMKM, terdapat usaha produksi rengginang, wayang kulit, dan batik tulis. Sebagian besar produk masih dibuat berdasarkan pesanan sehingga diperlukan penguatan pemasaran agar jangkauan pasar dan penjualan meningkat.

Pendampingan juga menyasar sektor kesehatan. Hasil identifikasi menemukan delapan balita berisiko stunting dan tiga baduta stunting. Selain itu, terdapat empat warga dengan gangguan kesehatan jiwa yang pernah mendapatkan perawatan di RSJD dr. Arif Zainudin.

Setyowati mengatakan, pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan budidaya kambing, bantuan alat dan kebutuhan masyarakat, hingga pendampingan pengajuan proposal KUBE dan fasilitasi CSR.

Kepala Desa Minggarharjo Tri Wiyono mengatakan berbagai program tersebut membantu desa menangani persoalan yang tidak seluruhnya dapat ditutup melalui anggaran desa.

“Harapannya mudah-mudahan tetap masih berlanjut sampai warganya betul-betul sejahtera,” ucapnya.

Menurut dia, pendampingan selama satu tahun tersebut penting karena masih terdapat sejumlah persoalan ekonomi yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, termasuk para pengrajin gamelan yang saat ini kesulitan memperoleh pesanan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X