Hari Jadi ke-81 Jateng: Pesantren Makin Berdaya, Santri Makin Terbuka Raih Beasiswa

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Hari Jadi ke-81 Jateng: Pesantren Makin Berdaya, Santri Makin Terbuka Raih Beasiswa
Hari Jadi ke-81 Jateng: Pesantren Makin Berdaya, Santri Makin Terbuka Raih Beasiswa

SEMARANG - Ruang Muria Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jawa Tengah pada Sabtu, 25 Juli 2026 dipenuhi puluhan orang. Yang laki-laki nampak mengenakan sarung, baju putih panjang, dan peci. Sementara yang perempuan mengenakan kerudung, baju putih, dan bawahan rok.

Di sudut-sudut ruangan itu, ada yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, ada yang membaca kitab kuning dan menjelaskan maknanya, ada yang menyampaikan gagasan mengenai wawasan kebangsaan, dan lainnya. Mereka sedang mengikuti seleksi wawancara beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang digulikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Ya, di usianya yang ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, memberikan perhatian penuh kepada para santri dan pondok pesantren di wilayahnya. Beragam program digulirkan untuk memberdayakan mereka. Mulai dari beasiswa santri dan pengasuh pesantren, tali asih (biasyaroh) untuk penghafal Al-Qur’an, dan sebagainya.

Program-program itu tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para warganya.

Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, jumlah pendaftar beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 mencapai 942 orang. Mereka terdiri dari pendaftar santri 702 orang dan pendaftar pengasuh 240 orang. Dari 942 orang pendaftar, yang dinyatakan lolos sebanyak 73 orang.

Mereka melakukan seleksi seleksi akademik dan wawancara. Dengan materi wawancara kemampuan baca kitab kuning, hafalan Al-Quran, kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan.

"Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kita umumkan pada 3 Agustus 2026," kata Ketua LSFF Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad.

Dari 73 orang itu, 15 orang lolos beasiswa luar negeri (S1), dan 58 orang lolos beasiswa dalam negeri (S1, S2, S3). Untuk beasiswa luar negeri ada yang ke China, Al Azhar Mesir, dan Yaman.

Para penerima beasiswa itu mengambil berbagai bidang studi, mulai dari kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, keislaman, dan lain sebagainya.

Hasyim menyatakan, untuk penerima beasiswa luar negeri akan diberikan biaya kuliah, biaya visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan bantuan tiket pesawat PP. Untuk dalam negeri diberi beasiswa berupa bantuan uang kuliah tunggal/UKT hingga delapan semester.

Hasyim mengatakan, sejak dibentuk Gubernur pada Nopember 2025 lalu, Pemprov Jateng menugaskan kepada LFSP untuk menjalankan seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Ini perwujudan Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

"Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini. Semoga program ini berkah untuk semuanya," ucapnya.

Menurutnya, program ini sudah disosialisasikan sejak setahun lalu baik secara daring maupun luring. Informasi program ini dapat diakses melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni), yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore. Petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui laman www.jatengprov.go.id. Program beasiswa tahun 2026 ini adalah perdana. Tahun-tahun berikutnya akan dibuka lagi.

Di balik angka 73 penerima beasiswa tersebut, ada cerita dan cita-cita yang sedang diperjuangkan para santri dan pengasuh pesantren. Bagi mereka, beasiswa bermakna membuka jalan untuk melanjutkan pendidikan sesuai bidang yang diminati, tanpa harus meninggalkan akar kepesantrenan.

Salah satunya seorang santri asal Kudus, Aqila Keisha Haulina mengaku sangat bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut, sehingga ia bisa kuliah di Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X