Suderajat, Pedagang Es Gabus yang Dipaksa Aparat Makan Dagangannya: "Kalau Saya Berhenti Jualan, Anak Istri Makan Apa?"

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 27 Januari 2026 | 20:48 WIB
Suderajat, pedagang es gabus yang belakangan ini viral. (Istimewa form sosial media)
Suderajat, pedagang es gabus yang belakangan ini viral. (Istimewa form sosial media)

Baca Juga: Sekda Jateng Tinjau Pencarian Pendaki Hilang di Mongkrang, Kuatkan Hati Orang Tua Korban

"Hasil pemeriksaan jelas, produk aman dan layak dikonsumsi," kata AKBP Roby.

Polisi juga menelusuri lokasi produksi es di Depok dan memastikan tidak ada penggunaan material terlarang. Sampel tambahan dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk penguatan hasil.

Setelah dinyatakan aman, Suderajat dipulangkan ke rumahnya dan mendapat penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan.

Baca Juga: Profil Aiptu Ikhwan Mulyadi, Polisi yang Viral dalam Kasus Pedagang Es Gabus di Kemayoran

Setelah Diuji, Luka Sosial Masih Tersisa

Bagi Suderajat, hasil laboratorium itu bukan sekadar pembuktian, melainkan penyelamat nama baik.

Ia mengaku lega karena dagangannya terbukti aman. Namun, sorotan publik dan video viral yang telanjur beredar disebut berdampak pada psikologis dan rasa percaya dirinya sebagai pedagang kecil.

Kasus ini menjadi cermin betapa cepatnya tudingan menyebar di era media sosial, sementara pedagang kecil seperti Suderajat berada di posisi paling rentan.

Baca Juga: Profil Oknum TNI yang Paksa Pedagang Es Gabus Makan Dagangannya Terungkap, Ini Kronologi Lengkapnya!

Pasca viral, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Heri menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui video klarifikasi yang dirilis Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Ikhwan mengakui kesimpulan mereka diambil terlalu cepat tanpa menunggu hasil uji ilmiah.

"Kami mohon maaf sedalam-dalamnya kepada Bapak Suderajat. Tidak ada niat mencemarkan nama baik atau merugikan beliau," ujarnya.

Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Bupati Jepara Tetap Ngantor di Desa Rajekwesi, Fokus Branding Wisata Mayong

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah menghakimi berdasarkan informasi viral.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X