daerah

Petani Jateng Mulai Gunakan Pompa Surya, Biaya Produksi Lebih Hemat

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:14 WIB
Petani Jateng Mulai Gunakan Pompa Surya, Biaya Produksi Lebih Hemat

“Pompa dengan BBM solar hanya untuk malam saja, siangnya memakai tenaga surya. Jadi lebih irit untuk pengeluaran, bisa menekan ongkos produksi minimal seperempat,” kata Kirom.

Penghematan tersebut menjadi penting bagi petani karena biaya pengairan menjadi salah satu komponen yang ikut menentukan besarnya ongkos produksi. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, ruang bagi petani untuk meningkatkan efisiensi usaha tani pun semakin terbuka.

Manfaat PATS juga dirasakan petani di Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes. Perwakilan Gapoktan Tani Makmur, Gilang, mengatakan, teknologi tersebut menjadi solusi alternatif di tengah persoalan ketersediaan solar untuk pompa diesel sekaligus masalah kualitas air.

Selama ini, pengairan di wilayahnya sangat bergantung pada irigasi dari wilayah selatan. Saat musim kemarau, masuknya air rob membuat air irigasi menjadi asin sehingga menghambat aktivitas pertanian.

Dengan PATS yang terintegrasi dengan sumur bor, petani kini memperoleh sumber air yang lebih layak untuk mengairi sawah.

“Kondisi masalah pengairan kita mengandalkan irigasi dari Selatan. Kalau musim kemarau kita dilanda air rob yang masuk irigasi. Adanya pompa tenaga surya ini kita pakai sumur bor, akhirnya air tidak asin dan bisa menanam lagi,” kata Gilang.

Menurut dia, keberadaan pompa tenaga surya bahkan membuat petani memiliki ruang lebih besar untuk mengatur pola tanam sesuai kondisi di lapangan.

“Petani kita bisa lebih maju masa tanam, bisa kita rekayasa sendiri musim tanamnya,” ujarnya.

Penerapan PATS menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat. Bagi petani, energi matahari kini mulai menjadi bagian dari solusi untuk menekan ongkos produksi, mengatasi persoalan pengairan, dan menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan praktik tersebut terus diperluas sehingga teknologi energi terbarukan tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus fondasi ekonomi hijau di Jawa Tengah.***

Halaman:

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB