Menurut Wati, pihaknya membuka peluang kerja sama lanjutan dengan praktisi ukir Jepara. Kerja sama itu dapat melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, industri, UMKM, pemerintah, dan praktisi.
Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto, mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa asing dengan pengukir Jepara secara langsung.
Menurut dia, interaksi tersebut dapat memperkenalkan budaya ukir Jepara kepada masyarakat internasional. “Harapan kami mereka dapat menjadi duta budaya masyarakat Jepara,” ujarnya.
Baca Juga: Air Mengalir, Biaya Menyusut: Kisah Petani Pekalongan Manfaatkan Energi Surya
Hadi mengatakan keberlanjutan seni ukir Jepara membutuhkan penguatan regenerasi. Menurut dia, minat generasi muda untuk mempelajari dan meneruskan keterampilan mengukir perlu terus ditumbuhkan.
Seni ukir Jepara, lanjut dia, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015. Hadi berharap pengenalan ukir kepada mahasiswa asing ikut menjaga keberlanjutan seni tersebut.***
Artikel Terkait
Pendidikan dan Potensi Desa Jadi Senjata Jateng Atasi Kemiskinan di Kepyar
Dorong Minat Baca, Pemprov Jateng Ubah Wajah Perpustakaan
Tukang Kayu Mebel Jepara Terharu Anaknya Diterima Sekolah Rakyat: Kami Punya Masa Depan Lebih Baik
Jepara Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal, 17.968 Batang Diamankan dalam Operasi Gabungan
Job Fair Jateng Perluas Akses Kerja, Disabilitas Turut Jadi Sasaran