Baca Juga: Ragam Produk UMKM Tersaji di Halaman Kantor Gubernur Jateng
Seperti diketahui, Sekolah Rakyat dikelola Kementerian Sosial RI dengan konsep sekolah berasrama yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Selain asrama dan laboratorium, proses belajar mengajar juga didukung perangkat teknologi.
Menurut Abdul Wachid, Jepara memang layak mendapat Sekolah Rakyat. Selain karena pemerintah daerahnya yang responsif, serta ditunjang ketersediaan lahan, juga lantaran tingginya minat masyarakat Jepara yang menjadi indikator jika program nasional tersebut dibutuhkan di Kota Ukir.
Bahkan saat penerimaan siswa baru, jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia.
“Pendaftaran saja overload, terutama untuk SMP dan SMA. Kuota dibatasi 90 orang, tetapi yang mendaftar sampai 160. Artinya, kategori Desil 1 dan Desil 2 di Jepara masih banyak. Masyarakat masih membutuhkan program seperti ini,” jelas wakil rakyat asal Gerindra ini.
Sepanjang 2025 tercatat 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Program tersebut telah menampung 15.954 siswa, terdiri atas jenjang SD sebanyak 3.025 siswa, SMP 6.134 siswa, dan SMA 6.765 siswa.
Baca Juga: Karnaval Kemerdekaan, Saat Anak-anak SLB Negeri Semarang Menunjukkan Mimpi dan Cita-cita
Dari 11 Sekolah Rakyat permanen di Jawa Tengah, hanya Jepara yang paling lengkap.
Jumlah gur di SRT Jepara mencapai 2.218 ASN-P3K, sementara tenaga pendidik tercatat sebanyak 4.889 orang.
Abdul Wachid menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kemensos.
Untuk 2026, Kemensos menyiapkan 104 Sekolah Rakyat Tahap II Permanen. Pembangunan fisik dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian PUPR, sedangkan pengadaan guru dan tenaga pendidik bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Sekolah Rakyat Jepara berpeluang dikembangkan pada tahun berikutnya. Kesiapan lahan menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan tersebut dan sudah disiapkan oleh Bupati Jepara," jelasnya.
Baca Juga: Karimunjawa, Miniatur Indonesia yang Merawat Harmoni di Tengah Keragaman
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara Diyar Susanto mengatakan Bupati Witiarso Utomo sangat mendukung berbagai progam terkait pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat. Mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terpadu hingga revitalisasi sarana pendidikan.
Tak hanya itu, Pemkab Jepara juga menggulirkan progam keberpihakan pada pendidikan tersebut. Salah satunya melalui Kartu Sarjana Jepara.
"Jepara sangat mendukung pendidikan. Kita nanti rencanakan sering ke SR ini semisal agenda olahraga atau joging di sini, sekaligus untuk menyemangati anak-anak," tandasnya. (*)
Artikel Terkait
Karnaval Kemerdekaan, Saat Anak-anak SLB Negeri Semarang Menunjukkan Mimpi dan Cita-cita
Air Mengalir, Biaya Menyusut: Kisah Petani Pekalongan Manfaatkan Energi Surya
Ragam Produk UMKM Tersaji di Halaman Kantor Gubernur Jateng
Pendidikan dan Potensi Desa Jadi Senjata Jateng Atasi Kemiskinan di Kepyar
Dorong Minat Baca, Pemprov Jateng Ubah Wajah Perpustakaan