Muktamar Tapak Suci di Jateng, Luthfi Tekankan Peran Silat Bangun Karakter Bangsa

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Muktamar Tapak Suci di Jateng, Luthfi Tekankan Peran Silat Bangun Karakter Bangsa
Muktamar Tapak Suci di Jateng, Luthfi Tekankan Peran Silat Bangun Karakter Bangsa

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga warisan budaya bangsa yang berperan penting dalam membangun karakter, kebersamaan, serta persatuan.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 8 Agustus 2026.

“Seni bela diri merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Seni bela diri akan membentuk karakter, kerja sama, dan kebersamaan,” ujar Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.

Menurutnya, pencak silat juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Baca Juga: Tarik Tambang hingga Egrang Ramaikan HUT RI ke-81 di Jepara, Permainan Tradisional Tetap Jadi Andalan

“Namun, yang tidak kalah penting adalah perannya dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta membangun karakter bangsa,” katanya.

Luthfi mengaku bangga karena Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kegiatan ini disebut dihadiri sekitar 11.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia serta perwakilan lima negara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan segenap masyarakat Jawa Tengah, saya mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Semoga Muktamar ini menghasilkan keputusan-keputusan yang konstruktif bagi organisasi,” tuturnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, kekuatan fisik yang dibangun melalui latihan bela diri harus berpadu dengan iman, takwa, dan akhlak. Perpaduan tersebut akan melahirkan generasi berjiwa kesatria yang berdiri tegak di atas kebenaran dan membela masyarakat.

“Tapak Suci bersama seluruh kelompok bela diri di Indonesia melatih fisik untuk membentuk jiwa kesatria, jiwa futuwwah (dermawan), yang selalu berdiri tegak di atas kebenaran, kebaikan, dan keluhuran, serta membela kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Haedar.

Ia menambahkan, pembangunan bangsa harus dilakukan dengan membangun kesehatan jiwa sekaligus raga. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan penggalan lagu Indonesia Raya, yakni “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.”

Baca Juga: 42 Tahun Berdiri GKMI Pecangaan Akhirnya Dikunjungi Pemkab Jepara Lewat Program Jumat Berangkat

Haedar juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang terhadap penyelenggaraan Muktamar. Ia menilai hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah perlu terus diperkuat sebagai sesama kekuatan bangsa.

Muktamar tersebut juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menerima penganugerahan, sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB
X