pendidikan

Wayang dan Kesalehan Sosial

Selasa, 31 Desember 2024 | 18:12 WIB
Viky Zulfikars, (mahasiswa Unisnu Jepara, Demisioner Lurah Teater Tuman dan Ketua BEM Fakultas Komunikasi dan Desain) (Istimewa for Pantura Network)

Baca Juga: Haul Gus Dur ke-15: Kolaborasi Budaya dan Spiritualitas di Yogyakarta

Sebagai warisan budaya yang telah ada sejak era Majapahit, wayang tidak hanya menjadi ikon bangsa Indonesia, tetapi juga sebuah media yang kaya nilai, baik sebagai tontonan, tatanan, maupun tuntunan.

Sejarah panjang wayang menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk saat Wali Songo memanfaatkannya sebagai media dakwah yang efektif dalam menyebarkan ajaran Islam. Pengakuan UNESCO pada tahun 2003 menegaskan pentingnya wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda yang memiliki nilai luhur bagi kehidupan manusia.

Oleh karena itu, menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab bersama. Pelestarian wayang bukan hanya tugas pemerintah atau seniman semata, melainkan kewajiban seluruh masyarakat Indonesia. Wayang merupakan bagian dari identitas nasional yang tak ternilai, yang harus dijaga agar tetap hidup dan berkembang. Dengan melestarikan wayang, kita turut melestarikan warisan budaya yang kaya, sekaligus memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

Baca Juga: Rumah Jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya wayang sebagai wujud tanggung jawab sosial kita. Semoga wayang tetap ada, berkembang, dan menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia yang terus menginspirasi generasi mendatang.

penulis : Viky Zulfikars (Mahasiswa Unisnu Jepara, Demisioner Lurah Teater Tuman dan Ketua BEM Fakultas Komunikasi dan Desain)

Halaman:

Tags

Terkini