81 Tahun Jateng: Dari Sekolah Gratis hingga Beasiswa, Harapan Terus Dibuka

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:24 WIB
81 Tahun Jateng: Dari Sekolah Gratis hingga Beasiswa, Harapan Terus Dibuka
81 Tahun Jateng: Dari Sekolah Gratis hingga Beasiswa, Harapan Terus Dibuka

“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya,” tegas Luthfi beberapa waktu lalu.

Ketegasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kursi sekolah diberikan berdasarkan ketentuan, bukan karena kedekatan maupun campur tangan pihak tertentu. Dengan begitu, program sekolah gratis dan Sekolah Kemitraan benar-benar menjangkau anak-anak yang berhak menerima.

Luthfi menegaskan, pendidikan merupakan jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. Kondisi ekonomi, menurutnya, tidak boleh membuat anak kehilangan kesempatan belajar. “Pendidikan ini merupakan investasi masa depan,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng juga membuka ruang khusus bagi anak-anak yang memiliki bakat dan prestasi olahraga melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga atau SMANKO Jawa Tengah.

Sekolah berasrama di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, itu memungkinkan para atlet muda tetap mengikuti pendidikan formal tanpa meninggalkan latihan dan kompetisi.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SMANKO menampung 252 murid, terdiri atas 108 siswa kelas X dan 144 siswa kelas XI. Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, di antaranya atletik, angkat besi, panjat tebing, dan wushu. Pada Popnas 2025, siswa SMANKO turut menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Jawa Tengah.

Penerimaan atlet pelajar kembali dibuka untuk tahun ajaran 2026/2027. Siswa yang lolos memperoleh fasilitas berupa asrama, konsumsi, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, perlengkapan atlet, uang saku bulanan, program uji tanding dan kejuaraan, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Ezar, atlet taekwondo asal Cilacap yang menjadi bagian dari SMANKO, menilai sekolah tersebut memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet muda.

“Terima kasih Bapak Gubernur Jawa Tengah, dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, pemerataan akses dan pendampingan terhadap siswa berprestasi harus berjalan beriringan.

“Kami ingin memastikan akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan prestasi generasi muda Jawa Tengah untuk tumbuh,” ujarnya.

Jangkauan layanan pendidikan juga diperluas melalui Program Beasiswa Sister Province. Pemprov Jateng memfasilitasi siswa dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan. Program tersebut dirancang sebagai pendidikan berbasis kompetensi kerja agar lulusannya mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Animo terhadap program itu juga tinggi. Sebanyak 1.825 orang mendaftar, kemudian mengerucut menjadi 100 peserta dan kembali diseleksi menjadi 62 orang.

Mereka menjalani pelatihan dan ujian kemampuan bahasa Korea sebagai salah satu tahapan penentuan keberangkatan. Kebutuhan utama, mulai dari pelatihan, tes, pendidikan, visa, hingga proses keberangkatan, difasilitasi melalui dukungan pemerintah dan mitra program.

Data Dinas Pendidikan Jawa Tengah per 22 Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki proses pembuatan visa sebelum keberangkatan ke Korea Selatan. Perkembangan itu menunjukkan program beasiswa telah bergerak dari proses seleksi menuju tahap pemberangkatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X