PANTURA NETWORK -- Apel peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MAN 1 Jepara, Selasa (25/11), berubah menjadi momen pulang kampung yang sarat emosi. Bukan sekadar seremoni, tahun ini madrasah menghadirkan dua alumni inspiratif yang kisah hidupnya menegaskan kembali makna pendidikan : Zainal Abidin selaku General Manager Jawa Pos Radar Kudus, dan Vita Fauziah sebagai guru muda SDN 1 Plajan.
Keduanya kembali, berdiri di halaman yang dulu menjadi saksi tumbuhnya mimpi mereka. Dan seluruh peserta apel—guru hingga ratusan siswa—seakan diajak menyelami kembali bagaimana pendidikan madrasah melahirkan pribadi yang tangguh, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Di awal penyampaian kisah, Zainal mengutip doa masa kecil yang tak pernah ia lupakan.
"Ya Allah, berikanlah saya peringkat I agar bisa membanggakan orang tua," kata Zainal.
Baca Juga: Perluas Jangkauan Layanan Hukum, Nawal Dorong Penguatan RPPA Kecamatan Berdaya
Masuk MAN pada 2002, jalan hidupnya berubah drastis. Ibunya wafat saat ia duduk di kelas 2 karena kanker payudara. Sejak itu, ia menjalani hari-hari sebagai abdi dalem di pesantren sembari terus menghafal Al-Qur’an.
Perjuangan berlanjut hingga bangku kuliah. Tahun 2005, ia berhasil menyelesaikan S1 dengan menjadi merbot masjid dan guru TPQ. Ia juga menyimpan kuat teladan para guru yang mendukungnya.
"Saya ingat Pak Musalim dulu membawa ukiran ke Semarang agar bisa tetap kuliah. Maka saya harus bisa berjuang seperti beliau," ujarnya.
Baca Juga: Nawal Yasin Ajak Siswa Wujudkan Lingkungan Belajar Aman dan Tanpa Kekerasan
Zainal menegaskan bahwa dirinya belum merasa sukses, namun perjalanan itu ingin ia wariskan sebagai inspirasi.
"Fondasinya ada di madrasah ini. Kalau ingin sukses, bangun kebiasaan baik setiap hari. Karakter, etos kerja, komunikasi, dan literasi adalah modal utama," pesannya lantang.
Kini, sebagai Ketua IKA MAN 1 Jepara, ia bertekad memperkuat jaringan alumni dan mendukung perkembangan madrasah.
Baca Juga: Fujian Lirik Bandara Jateng untuk Direct Flight ke Fuzhou
Jika Zainal menempuh dunia jurnalistik, Vita Fauziah memilih jalur pendidikan. Namun jalannya tak kalah berliku.
"Dulu saya sering ke perpustakaan bukan hanya untuk membaca buku, tapi karena tidak punya uang jajan," tuturnya jujur.
Artikel Terkait
Ahmad Luthfi Dukung Penuh Mimpi Najwa Kuliah dan Jadi Guru di SLBN Wonogiri
Rabithah Alawiyah Kagumi Kepedulian Jateng terhadap Para Hafiz Qur’an dan Guru Agama
Aplikasi Buatan Guru Karanganyar Ini Bisa Deteksi Makanan Tak Layak Konsumsi
Hari Guru Nasional 2025, Gus Hajar : Saya Minta Guru Kuasai Teknologi, Tangkal Bullying dan Ekstremisme pada Siswa
Taj Yasin Siapkan Skema Berkelanjutan untuk Insentif Guru Non-ASN