PANTURANETWORK.COM -- Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Semarang (USM) melaksanakan program kerja individu yang berkaitan dengan urban farming di RW 04 Kelurahan Karangtempel.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa yang mengusung tema “Penerapan IoT Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Dengan Energi Terbarukan Pada Kelompok Tani Urban Farming RW 04 Kelurahan Karangtempel” sebagai upaya mempermudah pekerjaan kelompok tani di Karangtempel dalam mengurus tanamannya dengan menggunakan IoT sebagai alat bantu.
Sistem penyiraman tanaman ini menggunakan sensor canggih yang dapat memantau kondisi tanah berdasarkan kelembabannya dan intensitas cahaya matahari secara real-time.
Baca Juga: Pariwisata Jepara Meningkat, Target PAD 2025 Optimis Terpenuhi
Data yang diperoleh kemudian diolah oleh perangkat IoT untuk menentukan jadwal dan volume penyiraman yang optimal bagi tanaman, sehingga memastikan efisiensi penggunaan air,waktu dan tenaga petani, kerena konsep urban farming adalah menanam tanaman di halaman rumah sehingga seringnya tanaman dibiarkan tidak terawat karena banyaknya aktivitas lain, sehingga system IoT membantu mereka dalam hal penyiraman tanaman secara efisien dan dapat dipantau dari jarak jauh.
Pelaksana kegiatan , Rofi Ardiatno, menjelaskan, “Saya membuat smart greenhouse dengan sistem IoT yang memanfaatkan sinar matahari sebagai energinya dan untuk IoT-nya berfungsi menjaga nutrisi tanaman tetap stabil dan ada di ambang batas wajar sehingga petani tidak usah ragu karena meskipun petani berada dalam jarak jauh, tanaman akan tetap terairi karena hanya dengan menggunakan HP, buka aplikasi telegram , klik siram, lalu tanaman akan tersiram.” Ujar Rofi.
Penggerak kelompok tani RW 04 Kelurahan Karangtempel, Kota Semarang, Apri mengungkapkan pendapatnya tentang kegiatan ini bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya pelaksanaan program kerja dari KKN USM.
Baca Juga: HUT Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan Jepara Rayakan dengan Penanaman Pohon
"Karena dalam urban farming membutuhkan penggunaan listrik selama 24 jam dan biaya yang dikeluarkan cukup banyak. Dengan adanya tenaga Panel surya sebagai energi pengganti dirasa cukup membantu dalam menekan biaya yang harus dikeluarkan.” ujar Apri.
Program ini telah mendapatkan sambutan positif dari warga setempat dan diharapkan dapat dikembangkan oleh kelompok tani selain RW 04 Kelurahan Karangtempel. Implementasi teknologi modern dan energi terbarukan ini merupakan langkah maju dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.***
Artikel Terkait
Pengunjung Pasar Imlek Semawis Semarang Diminta Berkebaya, Ini Alasannya
Warga Salatiga Kini Bisa Nikmati Air Minum dari Keran
Apresiasi Terhadap Mitra Samsat, Pj Gubernur Jateng Beri Penghargaan
HUT Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan Jepara Rayakan dengan Penanaman Pohon
Pariwisata Jepara Meningkat, Target PAD 2025 Optimis Terpenuhi