Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Tekankan Penguasaan STEM dan Akhlak

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:02 WIB
Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Tekankan Penguasaan STEM dan Akhlak
Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Tekankan Penguasaan STEM dan Akhlak

"Ketika mereka dikembalikan ke pesantrennya masing-masing, salah satu MOU antara penerima beasiswa dengan kami adalah mereka siap untuk dikembalikan ke pesantrennya yang memberikan rekomendasi untuk berkontribusi," katanya.

Menurut dia, pola tersebut penting agar investasi pemerintah melalui beasiswa memberikan dampak berkelanjutan. Santri tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang mampu mengembangkan pesantren dan lingkungan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga memperluas kerja sama pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan 25 Ma'had Ali atau perguruan tinggi berbasis pesantren.

Taj Yasin menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses beasiswa bagi santri sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi.

Ia mengatakan mekanisme seleksi penerima beasiswa untuk Ma'had Ali akan dilakukan secara berbeda. Setelah kerja sama disepakati, proses seleksi dapat dilakukan dengan melibatkan pihak yang terkait langsung dengan pesantren.

Selain dalam negeri, Pemprov Jateng juga terus membuka peluang kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di luar negeri. Taj Yasin menyebut pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah kampus di Maroko.

Ia mengatakan Pemprov Jateng sebelumnya juga telah memberikan beasiswa bagi santri yang menempuh pendidikan di sejumlah negara, antara lain Yaman, Mesir, China, serta perguruan tinggi di Indonesia.

Taj Yasin meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia ingin para santri yang memperoleh beasiswa memiliki kompetensi akademik sekaligus tetap kuat dalam tradisi keilmuan pesantren.

Menurutnya, santri masa kini harus mampu memahami perkembangan zaman tanpa kehilangan akar keilmuan pesantren.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X