Suderajat Diduga Sempat Dipukul dan Ditendang Aparat, Pedagang Es Gabus ini Alami Tekanan Fisik dan Psikis

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 27 Januari 2026 | 21:45 WIB
Suderajat, pedagang es gabus yang belakangan ini viral. (Istimewa form sosial media)
Suderajat, pedagang es gabus yang belakangan ini viral. (Istimewa form sosial media)

PANTURA NETWORK -- Kasus viral pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, terus bergulir. Selain dipaksa memakan dagangannya sendiri, Suderajat (49) kini disebut diduga mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan dan tendangan oleh oknum aparat Polisi dan TNI saat proses penanganan di lapangan.

Informasi tersebut mencuat dari keterangan yang beredar di masyarakat dan diperkuat oleh simpati publik yang menilai perlakuan terhadap Suderajat tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga berpotensi melanggar hak asasi pedagang kecil.

Hingga kini, kepolisian belum secara terbuka mengonfirmasi atau membantah adanya dugaan kekerasan fisik tersebut.

Baca Juga: Sosok Arief Fadillah, Warga yang Melaporkan Pedagang Es Gabus hingga Berujung Viral

Suderajat merupakan pedagang keliling asal Bojong Gede, Jawa Barat, yang sehari-hari menjajakan es gabus dan jajanan sederhana untuk menghidupi keluarga. Namanya mendadak dikenal publik setelah video dirinya diinterogasi aparat dan dipaksa memakan es gabus viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Suderajat tampak tertekan secara psikologis. Ia juga sempat melontarkan kalimat yang menyentuh publik.

"Kalau saya berhenti jualan, anak istri makan apa?" ucapnya dengan suara gemetar.

Baca Juga: Suderajat, Pedagang Es Gabus yang Dipaksa Aparat Makan Dagangannya: Kalau Saya Berhenti Jualan, Anak Istri Makan Apa?

Belakangan, beredar informasi bahwa tekanan yang dialami Suderajat tidak hanya secara verbal. Ia diduga sempat mengalami kekerasan fisik, meski belum terekam dalam video yang beredar luas.

Diduga Terjadi di Luar Rekaman Kamera

Menurut informasi yang berkembang, dugaan pemukulan dan tendangan itu disebut terjadi di luar potongan video viral yang beredar di media sosial. Hal inilah yang membuat publik mendesak adanya penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan saksi dan kondisi fisik Suderajat pascakejadian.

Kasus ini dinilai tidak lagi semata soal klarifikasi makanan berbahaya, tetapi menyentuh isu penyalahgunaan kewenangan dan perlindungan pedagang kecil.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Jateng Berlangsung Bertahap dan Terukur Hingga Akhir Januari

Sebelumnya, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya telah memastikan bahwa seluruh es gabus yang dijual Suderajat tidak mengandung bahan berbahaya maupun Polyurethane Foam (PU Foam).

"Hasil pemeriksaan jelas, tidak ditemukan bahan berbahaya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X