khazanah

Biografi Lengkap Kiai Ahmad Fauzan Jepara dan Review Kitab Riwayah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Minggu, 29 Juni 2025 | 19:17 WIB
Sosok Ketua PCNU Jepara pertama, Kiai Ahmad Fauzan (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Mendengar nama Kiai Ahmad Fauzan mungkin sedikit asing di telinga masyarakat awwam, namun pada kalangan kiai, santri, dan akademisi nama beliau sudah asing lagi karena peran dan jasa-jasanya di kota Jepara.

Kiai Ahmad Fauzan lahir pada tahun 1320 H atau 1905 M di Dukuh Penggung, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Mayong yang sekarang masuk di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Beliau lahir dari pasangan Haji Abdurrasul dan Nyai Thohiroh. Kakek beliau dari jalur ayah, Haji Ahmad Sanwasi adalah merupakan ulama’ keraton Surakarta yang meninggalkan istana saat terjadi perang Diponegoro (1825-1830).

Baca Juga: Wawalkot Semarang Iswar Aminuddin Dorong HMI Cetak Pemimpin Menyambut Indonesia Emas 2025

Haji Ahmad Sanwasi adalah sahabat dekat ayah Kiai Sholeh Darat, yaitu Kiai Umar Al-Samarani yang merupakan orang kepercayaan pangeran Diponegoro di daerah pesisir utara Jawa Tengah.

Adapula sumber yang mengatakan bahwa Kiai Umar adalah mertua dari Kiai Ahmad Sanwasi itu sendiri, yang menikah dengan Nyai Darojah, kakak perempuan dari kyai Sholeh Darat.

Adapun dari jalur ibu, Kiai Ahmad Fauzan adalah cicit dari Syech Muhammad Arif Sendangsari, yang merupakan ulama terkemuka pada abad ke-19, sezaman dengan pangeran Diponegoro.

Baca Juga: Jepara Genjot Sertifikasi Halal UMKM, Sudah 10.600 Produk Bersertifikat

Ia adalah seorang ulama’ dari Hadramaut Yaman dengan marga Adaniy yang turut membantu perjuangan dakwah Islam dan perjuangan kemerdekaan.

Dari kedua jalur nasab Kiai Ahmad Fauzan mencerminkan bahwa beliau bukan hanya keturunan para ulama’ yang hanya memperjuangkan agama islam, namun juga para pejuang yang melawan penindasan dan penjajahan. Karakter itulah yang menuruni ciri atau karakteristik perjuangan dan dakwah Kiai Ahmad Fauzan.

Riwayat pendidikan pertama Kiai Ahmad Fauzan dienyam dari ayahnya sendiri yaitu Haji Abdurrasul, dari ayahnya beliau belajar tentang agama dan sosial-kemasyrakatan.

Baca Juga: 544 Tenaga Pengajar Keagamaan Nonformal Terima Insentif

Namun, proses belajar dengan ayahnya tidak berlangsung lama, karena beliau wafat saat sedang melaksanankan ibadah haji di Tanah Suci, serta disemayamkan di pemakaman Jannatul Ma’la Makkah.

Setelah ayahnya wafat Kiai Ahmad Fauzan melanjutkan pendidikannya di berbagai pondok pesantren. Pesantren pertama yang disinggahi oleh beliau adalah Pondok Pesantren Balekambang dibawah asuhan KH. Chasbullah yang menurut dzurriyyah beliau masih ada hubungan kerabat.

Lalu Pesantren di Gemiring Kidul yang diasuh langsung oleh kakak iparnya yaitu Kyai Abu Kholil. Kemudian beliau meneruskan pendidikannya di Pesantren Kasingan Rembang yang diasuh oleh KH. Kholil Harun. 

Halaman:

Tags

Terkini

Pengkhianatan Nuzulul Qur'an

Rabu, 4 Maret 2026 | 01:52 WIB

Nuzulul Qur'an dan Sunyi yang Mengajarkan Makna

Jumat, 20 Februari 2026 | 22:35 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Muhsi dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 01:23 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Hamid dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 00:41 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Waliyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 20:17 WIB

Makna dan Penjelasan Al Matin dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:43 WIB

Al-Wakil dari Asmaul Husna, Apa Makna dan Penjelasannya?

Minggu, 21 September 2025 | 19:21 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Qawiyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:06 WIB

Makna Ya Baits dalam Asmaul Husna

Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:52 WIB