Ia mengingatkan, stabilitas harga jelang Ramadan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan stabilitas sosial.
Dimana menurutnya, kenaikan harga yang tidak terkendali berpotensi memperlebar kerentanan masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Ramadan seharusnya menjadi bulan yang menenangkan bagi masyarakat. Itu hanya bisa tercapai jika akses terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga dan harga berada dalam batas wajar,” ujarnya.
Dengan pendekatan kebijakan yang lebih antisipatif dan berbasis data, Heri berharap pemerintah daerah dapat menjaga keseimbangan antara dinamika pasar dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.
Baginya, keberhasilan stabilisasi harga menjelang Ramadan akan menjadi indikator penting sejauh mana kebijakan ekonomi daerah benar-benar berpihak pada kebutuhan riil warga.*
Artikel Terkait
Tingkatkan Daya Saing Daerah, Strategi Pemberdayaan UMKM Harus Diperkuat
Sekda Jateng: Formasi DPRD Lengkap Jadi Modal Perkuat Pembangunan
Taktik Arema FC Berjalan Efektif, Gol Hansamu Yama Menjadi Pembeda Lawan Persijap Jepara
Rumah Inovasi Jateng Disiapkan Jadi Episentrum Riset dan Inovasi Daerah