Panturanetwork.com - Nilai ekspor Jawa Tengah berhasil melonjak tajam hingga mencapai 1,29 miliar USD. Pencapaian ini menjadi angin segar bagi perekonomian daerah.
Namun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan pentingnya melindungi UMKM dan pekerja informal dari berbagai jerat kriminal ekonomi agar momentum ini dapat dirasakan secara merata.
“Lonjakan ekspor sebesar 1,29 miliar USD ini menunjukkan daya saing Jawa Tengah yang semakin meningkat. Tapi kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, melainkan juga memberdayakan UMKM dan pekerja informal,” ujarnya.
Menurut data terbaru yang dirilis pemprov, kenaikan ekspor ini didorong oleh peningkatan permintaan komoditas utama seperti tekstil, furniture, makanan olahan, dan produk manufaktur lainnya.
Adapun beberapa negara tujuan utama ekspor Jateng antara lain Amerika Serikat, Jepang dan negara-negara Eropa.
Meski demikian, Heri mengingatkan adanya risiko di balik lonjakan ini. Banyak UMKM dan pekerja informal yang terlibat dalam rantai pasok ekspor sering kali rentan terhadap praktik kriminal seperti pinjaman ilegal, pemerasan, pemalsuan dokumen, hingga persaingan tidak sehat.
Tanpa perlindungan yang memadai, kata Heri, mereka justru bisa menjadi korban di tengah euforia pertumbuhan.
Oleh sebab itu, Heri mendorong pemerintah daerah untuk segera mempercepat penyusunan Perda Perlindungan Pekerja Informal.
Ia menjelaskan bahwa regulasi tersebut perlu memperkuat pengawasan terhadap praktik pinjaman ilegal dan investasi bodong yang sering menargetkan pelaku UMKM.
Selain itu, pemerintah juga harus mempermudah akses permodalan resmi, memberikan pendampingan bisnis yang intensif, serta melakukan sosialisasi masif dan edukasi hukum serta literasi keuangan bagi pekerja informal.
Sinergi antara DPRD, Dinas Koperasi dan UMKM, Polda Jateng, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga harus diperkuat untuk pencegahan dini.
“Dengan perlindungan yang kuat, UMKM dan pekerja informal dapat naik kelas, berkontribusi lebih besar terhadap ekspor dan menjadi fondasi ekonomi Jateng yang tangguh serta inklusif,” tambah Heri.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berkeadilan. Lonjakan ekspor yang terjadi saat ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi bawah, bukan malah memperlebar kesenjangan sosial.
Artikel Terkait
Waka DPRD Jateng Dorong Pemanfaatan Teknologi Guna Hilangkan Kesenjangan Gender di Dunia Kerja
Utusan Presiden Prabowo, Menko Polkam Tiba di Doha Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad
Tak Berhenti di Bedah Rumah, Taj Yasin Siapkan Masa Depan Anak Penerima RTLH
Luthfi Sambut Investor Singapura dan China, Siapkan Kawasan Industri serta SDM Siap Kerja
Danamon Prasmul EduWealth Hadir, Bantu Keluarga Siapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini