daerah

Dari Pemakaian hingga Pembuangan, AZKO Dorong Pengelolaan Baterai yang Tepat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:19 WIB
Dari Pemakaian hingga Pembuangan, AZKO Dorong Pengelolaan Baterai yang Tepat

Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024 mencantumkan baterai sel kering lithium, non-lithium, dan sel basah sebagai contoh barang elektronik rusak dan/atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui laporan Throwing Away Our Health (2025) juga menyebut baterai sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk logam berat seperti timbal, merkuri, lithium, dan kadmium.

Jika tidak dikelola dengan baik, bahan-bahan tersebut berpotensi terlepas ke lingkungan dan mencemari udara, tanah, maupun air. Paparan bahan berbahaya dari limbah elektronik juga dikaitkan dengan gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak.

Karena itu, AZKO mengajak masyarakat menyalurkan baterai dan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik).

Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota. Sejumlah kota yang menjadi lokasi program antara lain Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Palembang, Bali, Manado, dan Banjarmasin.

Dropbox BISA BAIK dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik dari berbagai merek, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang berpartisipasi, AZKO juga memberikan diskon tambahan 10 persen untuk setiap pembelian produk elektronik pilihan di AZKO.

Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan komitmen keberlanjutan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan produk saat digunakan, tetapi juga hingga akhir masa pakainya.

“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya,” kata Melinda.

Menurutnya, AZKO berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakan perangkat secara lebih bijak sekaligus menyediakan akses penyaluran bagi perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK.

“Kami ingin mendorong kesadaran dan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, baik dari sisi konsumen maupun kami sebagai penyedia produk,” ujarnya.

Melalui kebiasaan memilih baterai yang dapat digunakan kembali, memeriksa kondisinya sebelum mengganti, serta menyalurkannya melalui jalur pengelolaan yang tepat ketika sudah tidak terpakai, masyarakat dapat mengambil langkah sederhana untuk mengurangi limbah elektronik sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.***

Halaman:

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB