daerah

545 Hari Memimpin Jateng, Luthfi: Dari Sawah, Pabrik hingga Sekolah, Semua Bergerak Membangun Jateng

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:19 WIB
545 Hari Memimpin Jateng, Luthfi: Dari Sawah, Pabrik hingga Sekolah, Semua Bergerak Membangun Jateng

Dampaknya juga terlihat pada indikator kesejahteraan. Persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.

Luthfi mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembangunan diarahkan untuk memperkuat akses terhadap kebutuhan dasar, mulai pendidikan, kesehatan, hingga perumahan.

Di sektor pendidikan, Pemprov Jateng menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta. Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu, termasuk kepada 10.000 siswa dari keluarga miskin. Sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.

Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat. Sementara di sektor perumahan, pemerintah telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.

Dukungan terhadap program nasional juga terus diperkuat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG.

Sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan 1.275 siswa. Sementara Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit, dengan 6.271 unit di antaranya telah beroperasi.

Di usia ke-81, Luthfi mengingatkan bahwa pembangunan Jawa Tengah bukanlah pekerjaan satu pemerintahan. Apa yang dicapai hari ini merupakan kelanjutan dari estafet pembangunan yang telah dilakukan 15 gubernur sebelumnya.

Setiap pemerintahan, kata dia, memiliki tantangan dan persoalan masing-masing. Karena itu, capaian hari ini harus menjadi pijakan untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.

Ia menegaskan, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Namun, optimisme harus dijaga dengan semangat kerja bersama.

“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Luthfi berharap semangat “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji” tidak berhenti sebagai slogan peringatan hari jadi. Semangat tersebut harus menjadi energi bersama untuk mempercepat pembangunan dan menghadirkan kesejahteraan yang semakin nyata bagi masyarakat.

“Memang belum banyak capaian yang bisa kami berikan, tapi saya yakin dengan tekad gumregut dan nyawiji akan banyak hal yang dapat kita capai di tahun-tahun selanjutnya,” ungkapnya.***

Halaman:

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB